News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilkada Serentak

Tingkat Kerawanan Aceh, Banten, DKI Jakarta dan Papua Sudah Turun

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Jend. TNI. Purn. Wiranto memimpin acara The 3rd Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting on Law and Security di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017). Dalam acara tersebut Indonesia dan Australia sepakat perkuat kerja sama dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aceh, Banten, DKI Jakarta dan Papua, bukan lagi wilayah yang terhitung rawan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, menyebut pemerintah sudah berhasil mengantisipasi situasi di wilayah-wilayah tersebut.

"Itu sudah direkam dan dilakukan langkah-langkah untuk menurunkannya. Keempat daerah itu kerawanannya sudah turun," ujar Wiranto dalam konfrensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017).

Keberhasilan pemerintah untuk menurunkan tingkat kerawanan di wilayah-wilayah tersebut, menurut Wiranto harus diimbangi dengan kerja keras dari semua pihak, agar suasana kondusif dapat terjaga hingga pelaksanaan pilkada dapat berlangsung dengan aman dan sukses.

"Tinggal bagaimana menjaga sampai hari pemilihan, kemudian jangan sampai ada intimidasi orang yang akan memilih," ujarnya.

Purnawirawan Jendral TNI AD itu menyebut pemerintah tidak akan ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas, terhadap siapapun yang berupaya untuk mengganggu jalannya pilkada.

Wiranto mengatakan hal itu berlaku untuk semua kelompok dan golongan.

"Saya instruksikan kepada aparat keamanan agar bertindak tegas tanpa ragu tanpa pandang bulu, kepada siapapun yang ganggu pilkada serentak," ujarnya.

"Termasuk dalam minggu tenang harus tenang, jangan dibikin ribut. Minggu tenang harus dihormati agar masyarakat bisa memilih dan mempertimbangkan dengan tenang," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini