News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penyidik KPK Diteror

Polisi Butuh Keterangan Tambahan dari Novel Sekembalinya dari Singapura

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dibawa dengan menggunakan kursi roda saat akan diterbangkan ke Singapura dari RS Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke rumah sakit di Singapura untuk menjalani perawatan lebih intensif usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 16 saksi sudah diperiksa oleh tim gabungan Polda Metro dan Mabes Polri untuk mengungkap peristiwa penyiraman air keras pada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

"Perkembangan peristiwa pelemparan asam sulfat ke saudara Novel, saat ini ada 16 saksi yang diperiksa. Mereka pastinya orang yang mengetahui dan mendengar peristiwa itu," ujar Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul usai diskusi Pilkada Sehat dan Demokratis di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/4/2017).

Kedepan menurut Martinus masih banyak saksi-saksi yang akan diperiksa untuk membuat terang kasus tersebut.

Baca: Mengapa Novel Baswedan Menghindar Ketika Dijenguk Ade Komarudin?

Bahkan penyidik juga akan memeriksa Novel yang saat ini menjalani perawatan di Singapura.

Pemeriksaan tersebut akan dilakukan usai Novel kembali ke tanah air dan benar-benar pulih serta bisa diperiksa.

"Kami butuh keterangan tambahan dari Novel, tapi kan yang bersangkutan masih berobat di Singapura. Kami upayakan kesembuhan dulu," ucapnya.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini menambahkan selain fokus memeriksa saksi, penyidik juga beberapa kali melakukan olah TKP hingga analisa CCTV untuk mendapatkan kronologis lengkap dan urut-urutan peristiwa secara utuh.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini