News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemblokiran Telegram

Jenderal Tito Akui Polri Referensikan Penutupan Telegram

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jenderal Pol Tito Karnavian

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengakui Kepolisian menjadi salah satu institusi yang merekomendasikan pemblokiran aplikasi media sosial Telegram. Menurut Tito, hal tersebut merupakan hasil analisa yang cukup lama.

"Iya, salah satunya (referensi dari Polri)," kata Tito usai menghadiri peresmian ABN NasDem di Jalan Pancoran Timur II, Jakarta, Minggu (16/7/2017).

Tito mengungkapkan adanya pergeseran perubahan pola terorisme. Pertama, kelompok terorisme yang terstruktur. Dimana, intelijen kepolisian telah mengawasi jaringan teroris secara detil.

"Memonitor sampai melakukan tindakan untuk mencegah atau kalau sudah terjadi cepat diungkap. Seperti Bom Bali dan lain-lain," kata Jenderal Bintang Empat itu.

Pola lainnya yakni non struktur atau leaderless jihad yakni tanpa pemimpin. Tito menyebut sebagai fenomena lone wolf. Mantan Kapolda Metro Jaya itu menyebutkan pola terorisme tersebut mulai berkembang di Indonesia.

"Di negara barat 10 tahun lalu sudah ada. Bukunya leaderless jihad, tapi kita mulai 2 -3 tahun ini sejak ada ISIS," kata Tito.

Tito menuturkan lone wolf dilakukan orang yang membaca telegram atau internet. Mereka terdoktrin radikal kemudian berlatih membuat bom yang dikenal sebagai online training.

Jenderal bintang empat itu mentatakan tindakan tersebut sangat berbahaya. Oleh karenanya, Tito mengatakan langkah utama yang dilakukan dengan memutus sistem komunikasi mereka.

"Kedua melakukan kontra radikalisasi, mengimunisasi warga yang rentan terkena ideologi ini agar mereka kuat. Jangan sampai terkena paham radikal, baru kemudian tindakan hukum melalui langkah lain," kata Tito.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini