News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Korupsi KTP Elektronik

Elektabilitas Partai Golkar Tergerus Akibat Penetapan Status Tersangka Setya Novanto

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Yorrys Raweyai

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Bidang Polhukam DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai menyebut penyebab utama terjun bebasnya elektabilitas Golkar akibat Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka korupsi E-KTP.

Menurutnya faktor penetapan tersangka Setya Novanto yang kini menjabat sebagai Ketua Umum partai Golkar paling signifikan mempengaruhi elektabilitas Partai Golkar.

Baca: KPK Tetapkan Dirut PT Quadra Solution Sebagai Tersangka Korupsi e-KTP

Disamping ada faktor lain yang mempengaruhi elektabilitas, seperti Partai Golkar yang dianggap kering tokoh berintegritas, kekalahan di Pilkada Jakarta, dan soliditas partai usai rekonsiliasi.

"Memang penetapan tersangka itu yang paling berpengaruh menurut survei tim kajian elektabilitas yang saya pimpin. Kalau ketua umum kena masalah semua akan tergerus, karena ini adalah masalah kebersamaan organisasi," Kata Yorrys Raweyai di Puang Oca Resto, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Baca: Harus Hadir di Pesta Pernikahan, Bareskrim Akan Kembali Periksa Syahrini

Menurut Yorrys penetapan tersangka Setya Novanto membuat situasi di internal Partai Golkar memanas.

Hal tersebut menimbulkan adaanya dua kubu yang berseberangan untuk sama-sama mencari cara menyelamatkan partai.

Yorrys juga menjelaskan bila masalah politik tersebut terus mucul di permukaan akan menimbulkan masalah bagi Partai Golkar.

Baca: Syahrini Mengaku Dicecar 18 Pertanyaan, Satu Diantaranya Penyidik Tanya Soal Ini

"Karena itu muncul rekomendasi Ketum untuk di-nonaktifkan. Alasan pertama adalah agar beliau fokus pada permasalahan hukum yang menimpa dan yang kedua adalah masalah kesehatan beliau," katanya

Yorrys pun meminta sikap kenegarawan Setya Novanto untuk non-aktif sebagai Ketua Umum Golkar.

Baca: Terbukti Suap Hakim, Bupati Buton Umar Samiun Divonis 3 Tahun 9 Bulan Penjara

"Kemudian masuk tahap mekanisme organisasi berikutnya yakni yang terbaik menunjuk pelaksana tugas," ucap Yorrys.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini