News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polemik Panglima TNI

Panglima TNI: Informasi Intelijen Itu Formulasinya ''si a di bi da me''

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa pernyataannya mengenai informasi impor senjata api ilegal yang berjumlah 5.000 buah ke salah satu institusi negara non-militer bukanlah sebuah informasi intelijen.

Menurutnya informasi intelijen memiliki formulasi khusus sehingga bisa disebut demikian.

"Informasi intelijen itu formulasinya "si a di bi da me", yaitu siapa pelakunya, apa yang dilakukan, kapan, di mana, bagaimana, dan seterusnya. Tapi yang saya sampaikan itu baru akan, belum terjadi, sehingga belum termasuk informasi intelijen," tegas Gatot.

Hal itu disampaikannya usai menjadi pembicara dalam focus group discussion di Fraksi PKS Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Panglima TNI mengatakan sudah mengklarifikasi pernyataannya tersebut kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuan di Bandara Halim Perdanakusuma semalam.

Baca: Ahmad Doli Kurnia: Akhirnya DPP Golkar Sadar

Ia menegaskan kembali bahwa informasi intelijen hanya boleh disampaikan kepada Presiden sebagai atasan langsung Panglima TNI dan tidak kepada publik.

"Tidak bisa saya sampaikan ke publik, kan harus langsung ke Presiden. Kepada Menkopolhukam atau Menteri Pertahanan pun tak bisa, harus langsung ke Presiden," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini