News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Menhan Jelaskan Hubungan Bela Negara Dengan Ajaran Islam kepada Ulama dan Santri

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepolisian Resor Sleman, Yogyakarta, menggelar latihan bela negara yang diikuti ratusan anggota barisan ansor serbaguna atau banser.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Islam adalah agama yang lengkap dan kompreshensif menurut Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.

Segala aspek kehidupan acuannya ada di agama Islam, termasuk soal gagasan bela negara yang saat ini tengah digalakkan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan.

Dalam sambutannya di acara penutupan "Halaqoh Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan, Gerakan Dakwah Aswaja Bela Negara," di Masjid Ponpes Al Hikam, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/10/2017), ia mengakui banyak yang berpikir bahwa gagasan bela negara bertentangan dengan ajaran Islam. Ia menyebut pemikiran itu tidaklah tepat.

"Bela Negara merupakan salah satu perwujudan berukhuwah dalam Islam, yakni ukhuwah wathoniyah yang berarti mencintai dan bersaudara dengan yang sebangsa dan setanah air," ujarnya.

Gagasan tersebut sudah diterapkan para santri dan ulama, bahkan sejak era perang kemerdekaan.

Ryaizard Ryacudu yang juga merupakan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu menyebut peristiwa 10 November 1945, adalah salah satu contohnya.

Baca: Penyelundupan Narkoba Dilakukan Melalui Tawuran di Jalan Tambak

Saat itu, santri-santri di Jawa Timur, bertempur bersama melawan penjajah di Surabaya.

"Bagi yang menolak Bela Negara berarti belum menjadi muslim yang baik. Karena Bela Negara itu amanat agama. Bela Negara adalah kewajiban bagi umat muslim. Oleh karena itu, umat muslim harus tampil di depan untuk berperan dalam membela negara," katanya.

"Kesadaran Bela Negara sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, bahkan semua unsur yang melahirkan faham tersebut sudah tertuang didalam Al-Qur’an," ujarnya.

Pemerintah saat ini menggalakkan program bela negara, antara lain untuk menjawab tantangan jaman.

Ancaman-ancaman terhadap bangsa saat ini, bukan lagi ancaman serangan terbuka, melainkan ancaman secara terselubung dari dalam. Oleh karena itu rakyat Indonesia perlu dikuatkan, melalui program bela negara.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini