News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Korupsi KTP Elektronik

Nurdin Halid Mengaku Tak Berambisi Jadi Ketum Golkar

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (tengah) bersama Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham (kanan), dan Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) sebelum Rapat Pengurus Pleno DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (11/10/2017). Rapat pleno yang dipimpin oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto beragendakan persiapan ulang tahun, persiapan rakernas, dan persiapan rekrutmen caleg Golkar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengaku tidak berambisi mengisi posisi Setya Novanto menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Namun Nurdin mengklaim dirinya adalah sosok yang paling tepat untuk menjadi pelaksana tugas (Plt) ketua umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto.

"Posisi saya paling bagus, paling enak, karena saya tidak punya kemauan untuk menjadi ketua umum maupun Plt ketum," kata Nurdin kepada wartawan di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Nurdin menjelaskan ada dua opsi plt yang mungkin ditunjuk sebagai suksesor ketua umum Golkar.

"Dalam artian (Plt) definitif sampai 2019 itu beda," katanya.

Lebih lanjut Nurdin tidak bernafsu menjadi ketum Golkar, lantaran memilih fokus membangun kampung halamannya.

Baca: Pleno Golkar Hari Ini Pastikan Copot Novanto Sebagai Ketua DPR

"Saya sudah memutuskan untuk kembali membangun kampung di Sulawesi Selatan, itu sudah menjadi prioritas saya dan keluarga saya. Karena itu posisi saya akan menghantar PG, bukan dalam kegelapan. Tapi dalam arah yang terang benderang," kata Nurdin.

Nurdin juga tak mempermasalahkan Sekjen Golkar Idrus Marham yang sudah mendapatkan dukungan dari Novanto sebagai Plt ketua umum.

"Itu hal yang biasa, itu akan kami bawa ke rapat pleno," katanya.

Setya Novanto saat ini akan diberhentikan dari posisi ketua umum karena sudah menjadi tahanan KPK.

Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini