News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub Jawa Timur

Dampingi Khofifah, Emil Dardak Mengaku Sudah Komunikasi dengan PDIP

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Arumi Bachsin bersama suaminya, Emil Elestianto Dardak menyerahkan laporan hasil kekayaan pejabat negara (LHKPN) ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (3/8/2015). Emil bersama Muhammad Nur Arifin mencalonkan diri sebagai Bupati Trenggalek Jawa Timur pada Pilkada tahun ini. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengaku telah berkomunikasi dengan PDI Perjuangan terkait dirinya yang mendampingi Khofifah Indar Parawansa maju Pilgub Jawa Timur.

“Intinya saya sudah berbicara dan menemui, dengan itikad baik kepada beliau (Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri) kepada pak sekjen (DPP PDIP Hasto Kristiyanto),” ujar Emil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Emil mengatakan, dari apa yang diutarakan kepada Hasto, telah terjadi adanya kesepahaman terkait situasi ini.

“Saya kemarin sudah bicara langsung dengan pimpinan partai politik pengusung saya. Tentunya kita sepakat untuk melihat kedepan mencermati apa yang menjadi pilihan dari masing-masing pihak,” ucap Emil.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyatakan, biar publik yang menilai langkah Emil Dardak yang diusung PDI Perjuangan dua tahun lalu sebagai Bupati Trenggalek.

Baca: Masihkah Ade Komarudin Berniat Jadi Ketua DPR dan Ketum Golkar? Ini Katanya

"Setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk memilih dan dipilih. Pilihan Emil Dardak sah-sah saja. Sebagai seorang yang lama berpendidikan barat wajar jika memandang proses kepemimpinan sebagai proses loncatan karier sebagai hak individu sebagaimana diagungkan di Barat," ujar Hasto sesuai keterangan tertulisnya, Rabu (22/11/2017).

PDI Perjuangan yang sejak awal mengusung Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas, menurutnya karena bagian dari kesadaran sejarah dan kultural untuk bersama NU berkomitmen menampilkan kontestasi gagasan terbaik untuk masa depan  Jawa Timur.

“Gus Ipul sangat berpengalaman luas, dan Azwar Anas penuh daya terobosan. Keduanya merupakan kombinasi kepemimpinan yang menarik dan saling melengkapi. Keduanya mengedepankan pembangunan berbasis kebudayaan dan kerakyatan sesuai dengan jiwa masyarakat Jawa Timur yg dikenal sangat patriotis utk bangsa dan negara," kata Hasto.

Dengan munculnya pasangan baru, Hasto memperkirakan pilkada Jawa Timur semakin menarik.

"Berkompetisi dengan Partai Demokrat yg memberikan dukungan kepada Khofifah dan Emil  memberikan seni tersendiri dalam strategi," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini