News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Delegasi Tokoh Buddha Dunia Kagum Akan Pancasila

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Utusan Khusus Presiden Bidang Agama dan Peradaban, Din Syamsuddin‎ saat mendapat kunjungan dari President Designate of Risiko Kosei-Kai, Kosho Niwano dan Deputy Secretary General of Religions for Peace, Kyoichi Sugino‎, di gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Delegasi tokoh Buddha dari Jepang dan New York, Amerika Serikat, mengagumi ideologi Pancasila yan‎g telah diterapkan di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Utusan Khusus Presiden Bidang Agama dan Peradaban, Din Syamsuddin‎ saat mendapat kunjungan dari President Designate of Risiko Kosei-Kai, Kosho Niwano dan Deputy Secretary General of Religions for Peace, Kyoichi Sugino‎, di gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Baca: Aburizal Bakrie Ungkap Alotnya Rapat Pleno Golkar Sikapi Kasus Setya Novanto

"Mereka mengagumi Pancasila, delegasi itu belajar bagaimana Indonesia membangun kerukunan antar agama, entnis, sehingga mereka ingin mengetahui Pancasila," ujar Din usai melakukan pertemuan dengan delegasi tokoh Buddha.

Din melihat, delegasi yang hadir tersebut menginginkan model Pancasila dapat dijadikan sebagai landasan dalam menciptakan perdamaian dunia.

Baca: Ini Kriteria Pengganti Setya Novanto Sebagai Ketua DPR Menurut Politikus PAN

Apalagi Indonesia dilihatnya telah mampu mengatasi persoalan krisis Rohingya‎ di Myanmar.

‎"Mereka tertarik dengan langkah pemerintah dalam menghadapi krisis Rohingya, kita bisa atasi ini untuk perdamaian tanpa membawa sentimen agama," ucap Din.

Baca: Kader Partai Golkar Laporkan Ahmad Doli ke Polda Metro Jaya

‎Menurut Din, pemerintah saat ini sedang melakukan pembangunan rumah sakit di perbatasan antara wilayah khusus muslim dan Buddha di Myanmar, dimana nantinya akan dikelolah oleh pemerintah Myanmar.

‎"Mereka kagum, Indonesia bukan hanya ngomong saja, tapi inilah cara kita menyelesaikan persoalan itu," ujar Din.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini