News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Korupsi KTP Elektronik

Hakim Tegur Raja Valas Karena Terlalu Banyak Sumpah

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menggelar sidang kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Kamis (18/1/2018).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menggelar sidang kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Kamis (18/1/2018).

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK menghadirkan saksi dari pihak swasta selaku pengusaha money changer dari PT Raja Valuta, Deni Wibowo.

Baca: Kader Golkar di Kabinet Kerja Bertambah, Setya Novanto: Terima Kasih Pak Jokowi

"Siapa nasabah anda yang minta beli valas sehingga Anda minta bantuan Neni?" tanya hakim kepada Deni di persidangan di Pengadilan Tipikor, Kamis (18/1/2018).

Deni menerangkan transaksi uang dengan skema barter terbilang panjang dan rumit.

Baca: Alasan Agung Laksono Tolak Jadi Saksi Meringankan Bagi Fredrich Yunadi

Dia menguraikan kepada hakim bahwa pernah diminta mentransfer uang ke rekening OEM Investment Pte Ltd.

Namun, dia lupa tentang nama seseorang yang ditransfer ketika itu.

"Di situ di rekening ada," jawab Deni.

Lalu, hakim meminta Deni mengingat nama orang yang ada di rekening.

Baca: Agung Laksono Menolak Diperiksa Jadi Saksi Meringankan Bagi Fredrich Yunadi

Hakim berpedoman di sidang sebelumnya saat pegawai PT Mekarindo Abadi, Neni, yang mengaku pernah mengirimkan USD 1,4 juta ke rekening OEM Investment Pte Ltd atas perintah Deni.

"Coba ingat-ingat dulu. Pada saat ini nilai dolar berapa dan cash atau transfer," kata hakim.

Namun, Deni mengaku tidak mengetahui.

Baca: KPK: Agung Laksono Jadi Saksi Meringankan Bagi Fredrich Yunadi

"Lupa saya, tidak tahu. Mungkin ada money changer lain oh ini kali yang beli kayak ular pak, panjang. Siapa ujungnya yang beli," imbuh Deni.

Hakim kembali menegaskan kepada Deni.

"Masak nggak ada yang inget sih?" tanya hakim lagi.

"Sumpah tidak tahu pak," ujar Deni.

"Sudah disumpah. Hati-hati jangan banyak sumpah nanti kemakan sumpah," tegas hakim kepada Deni.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini