News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dikunjungi Sekjen PDIP, Yenny Wahid Mengaku Tidak Bahas Pilkada 2018

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Hasto Kristiyanto (kemeja hitam) dan Yenny Wahid (kerudung oranye) di kantor The Wahid Institute, Jalan Taman Amir Hamzah Nomor 8, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (5/2/2018).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yenny Wahid mengaku tidak membahas tentang Pilkada 2018 ketika Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berkunjung ke kantor The Wahid Institute, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2018).

Dikatakan dia, The Wahid Institute tidak begerak dalam tataran politik praktis seperti Pilkada 2018.

"Kami bergerak bukan dalam tataran politik praktis tetapi dalam politik kebangsaan. Jadi kami bergerak dalam tataran nilai," kata Yenny di kantor The Wahid Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2018).

Baca: Yenny Wahid Anggap Soto dan Nasi Bakar Dari Sekjen PDIP Sebagai Kampanye Kuliner Nusantara

Direktur Eksekutif The Wahid Institut tersebut justru bertanya balik kepada wartawan.

"Kamu dapat dari mana? Kok pertanyaannya apa benar?" tanya Yenny yang diiringi tawa hadirin.

Wanita pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid tersebut pun kembali mengatakan bahwa dalam Pilkada Jawa Timur, dirinya mengambil peran tidak memihak.

Baca: Tak Lagi Kenakan Jam Tangan Mewah, Setya Novanto: Sekarang Sudah Jadi Rakyat yang Paling Bawah

Alasannya yang bersaing di daerah tersebut merupakan tokoh-tokoh ormas Nahdhatul Ulama.

Sehingga, bila terjadi konflik dampaknya akan langsung terhadap NU.

"Harus ada pihak-pihak yang bisa mendamaikan masyarakat ketika konfliknya terlalu tajam. Nah kami mengambil peran itu," kata Yenny.

Namun, ia menyatakan kesepahamannya secara nilai dengan calon-calon PDIP yang menurutnya memperjuangkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan antar masyarakat, dan punya kepedulian besar terhadap masyarakat kecil.

Baca: Kuasa Hukum : Buku Hitam Setya Novanto Bagai Black Box

"Tentunya yang ingin kami advokasi apabila memungkinkan, sebetulnya sudah sepaham ya bahwa calon-calon yang diusung PDIP adalah memang calon-calon yang memperjuangkan nilai-nilai toleransi, nilai-nilai kebersamaan di antara masyarakat. Lalu punya kepedulian besar terhadap masyarakat kecil. Itu saya rasa udah selaras itu," kata Yenny.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini