News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilkada Serentak

Mendagri Yakin Pilkada 2018 Aman dan Damai

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi Sara untum Pilkada 2018 Berintegritas di hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2/2018).

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyakini penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 dapat berjalan aman dan damai.

"Pemerintah optimis seluruh parpol sudah memahami ini, pemerintah percaya penuh pada penyelenggara pilkada KPU, Bawaslu yang diawasi PKPU, percaya pada parpol, percaya panglima TNI netralitas juga pada polisi," ungkap Tjahjo di hotel kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2/2018).

Ia menyampaikan Presiden Joko Widodo mengharapkan pesta demokrasi tahun ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat memilih Pilkada.

"Pak Jokowi mengatakan dalam konsolidasi demokrasi tahun ini mari kita tingkatkan partisipasi masyarakat, di mana 2015 70 persen, 2017 74 persen (masyarakat ikut pemilih). Kami yakin pilkada serentak tahun ini di atas 78 persen," kata Tjahjo.

Baca: ICW Ingatkan KPK Parpol yang Masuk Dakwaan e-KTP Harus Kembalikan Kerugian Negara

Tjahjo berharap Pilkada ini dapat melahirkan pemimpin daerah yang amanah dan mampu membantu masyarakat merasakan percepatan pembangunan dan kesejahteraan.

"Mengajak Bawaslu bahwa calon pemimpin itu harus beradu ide, gagasan, dan konsep bukan menggunakan cara SARA ataupun politik uang. Kita lawan dan hindari politik fitnah, SARA, dan kampanye ujaran kebencian," kata Tjahjo.

Dia meminta agar Pilkada ini dijauhkan dari penggunaan isu SARA dan politik uang dalam kampanye di Pilkada 2018.

"Kita minta jangan ada isu SARA, karena merusak demokrasi dan sendi-sendi kenegaraan. Politik uang juga merusak demokrasi. Kami harap semua calon tidak memanfaatkan kampanye untuk melakukan politik uang," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini