News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilkada Serentak

KPU: Kalau Anggaran Pilkada Terlalu Besar Bisa Saja Dipotong

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Arief Budiman

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tidak menjamin efisiensi anggaran.

Berdasarkan kajian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Pilkada serentak di beberapa daerah menelan anggaran lebih mahal dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Menanggapi besarnya anggaran untuk menyelenggarakan pesta demokrasi rakyat itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman, mengatakan ada sejumlah anggaran yang dapat dipotong.

"Kalau memang anggaran itu terlalu besar bisa saja. Hal yang dibebankan KPU atau penyelenggara itu dihapuskan, supaya nanti tidak terlalu besar," tutur Arief, ditemui di Kantor Bawaslu RI, Senin (9/4/2018).

Dia menjelaskan, anggaran yang dapat dipotong, pertama berupa pembuatan alat peraga kampanye (APK) dan iklan kampanye.

Baca: Zumi Zola Dua Kali ke Jakarta Sebelum Ditahan KPK, Terakhir Menginap di Rumah Mertua

Menurut dia, pembuatan APK dan iklan kampanye dapat dijadikan menjadi satu.

Kedua, pemangkasan anggaran untuk KPU menyelenggarakan kegiatan. Dia mencontohkan, seperti kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dapat dikurangi.

"Bisa juga kegiatan yang dilakukan KPU dalam jumlah banyak dan besar itu dikurangi. Misalnya, KPU dituntut supaya partisipasi masyarakat tinggi, maka KPU memperbanyak sosialisasi. Tetapi, kalau agak murah ya sosialisasinya dikurangi," kata dia.

Untuk menyiasati pengurangan anggaran, kata dia, KPU menghitung perkiraan pasangan calon yang mungkin muncul di suatu daerah.

Jadi, angka yang dibahas itu adalah angka yang harus disusun oleh KPU, misalnya calon siapa yang bisa diprediksi satu atau lebih dari satu.

"Jadi angka itu tidak disusun KPU sendirian. (Penyusunan anggaran) oleh banyak stakeholders di sana," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini