News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Gerakan #2019GantiPresiden Hanya Ramai di Medsos

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengamat Ray Rangkuti

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan gerakan #2019GantiPresiden hanya ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, pada kenyataannya tidak mempengaruhi pilihan pemilih di Pemilu 2019.

Hal itu terjadi, menurut dia, karena belum ada sosok kuat yang akan menggantikan posisi Jokowi sebagai presiden.

Malahan, kata dia, kelompok mengusung gerakan itu bingung karena Prabowo Subianto, sebagai calon kuat yang akan diusung sebagai calon presiden belum menentukan sikap.

Baca: Bintang Kroasia Marko Simic, Cerita Tentang 2 Raksasa Sepakbola Indonesia Serta Timnas Indonesia

Sementara itu, calon-calon lainnya tingkat elektabilitas jauh di bawah mantan Danjen Kopassus tersebut.

"Bingung siapa figur kelompok ganti presiden. Jangan sampai figur yang sudah jelas (Joko Widodo,-red) dihadapkan dengan figur imajinasi, figur fiksi," tutur Ray, saat berbicara dalam diskusi yang digelar di Jakarta Pusat, Sabtu (21/4/2018).

Sejauh ini, dia menilai, Joko Widodo dan Prabowo Subianto merupakan calon kuat yang akan bersaing di Pilpres 2019. Menurut dia, sulit memunculkan calon-calon lain di luar tokoh yang pernah bersaing di Pilpres 2014 tersebut.

"Kalau tidak identik dengan Prabowo siapa kira-kira. Sulit memunculkan di luar dua tokoh itu. Rasa-rasanya pertarungan 2019 Jokowi-Prabowo. Prabowo maju atau tidak masih menjadi pertanyaan," kata dia.

Belakangan, apabila melihat hasil dari lembaga survei, dia menilai ada kecenderungan tingkat elektabilitas dari Jokowi mengalami peningkatan. Sedangkan, Prabowo stagnan bahkan cenderung menurun.

"Setelah hastag ganti presiden, elektabilitas Jokowi naik. Prabowo stagnan bahkan cenderung turun," kata dia.

Sehingga, dia menyimpulkan, hastag #2019GantiPresiden hanya ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, pada kenyataan di dunia nyata gerakan itu tidak berpengaruh.

"Hastag ramai di medsos, tetapi di darat tidak ada. Hastag sudah mencapai 70 juta account, tetapi (tingkat elektabilitas,-red) Jokowi naik. Gerakan hastag jangan besar di udara, tetapi juga di darat," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini