News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cuti Bersama Lebaran ‎Direvisi, PAN: Kasihan rakyat

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua Umum PAN, Taufik Kurniawan

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan mengatakan isu revisi ‎cuti bersama lebaran sangat membingungkan masyarakat.

Selain itu, cuti bersama yang diperpanjang lalu kembali dipendekan akan membingungkan pengusaha juga.

‎"Ini kasihan rakyatnya nanti. Kasihan juga pengusahanya. Karena kan kalau pengusaha walaupun cuti nanti terkait perbankannya gimana. Perbankan kan ikut cuti juga. Pengaturan penggajian, biaya operasional manajemen perusahaannya kan terkait semua," ujar Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, ( 2/5/2018).

Baca: Fahri Hamzah Sebut Buruh Wajib Berpolitik

Taufik meminta pemerintah tidak labil dalam menentukan cuti bersama lebaran.

Alasannya tidak menentunya cuti lebaran juga akan mempengaruhi kegiatan ekonomi.

"Karena kalau sudah cuti nasional, perbankan berhenti, BI juga berhenti. Yang dirugikan siapa? lantas pengusaha, karyawannya, kemudian arus mudik nya itu semua sangat tergantung. Karena ini kan mass rapid ya. Kecepatan massal untuk transportasinya perlu diperhitungkan," katanya.

Baca: Cetak Enterpreneur Handal, Kahmipreneur Teken MoU Dengan Tiga Lembaga

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan merevisi cuti bersama lebaran.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan pemerintah belum memutuskan revisi penambahan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri.

Cuti bersama tersebut ‎ akan dirapatkan dalam rapat koordinasi.

Baca: Bayi Masih Ada Ari-ari dan Sisa Darah di Wajah Buat Geger Warga Depok

"Ini mau dirapat koordinasikan lagi. Jadi oleh Menag, Menaker, dan Menpan RB," ujar Asman 30 April lalu.

Menurutnya, rapat mengenai cuti bersama kembali digelar setelah pemerintah menerima masukan dari banyak pihak.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini