News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Pengusaha Bugis Berharap Jusuf Kalla Jadi Presiden

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengusaha asal Sulawesi Selatan, Andi Rukman (kacamata sebelah kiri) di Kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengusaha asal Sulawesi Selatan, Andi Rukman menyatakan dukungannya kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla untuk maju sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019.

Ia beralasan seorang Mahatir Mohammad saja yang berusia 92 tahun dapat terpilih menjadi Perdana Menteri Malaysia.

Baca: Mabes Polri Ingatkan Masyarakat Tak Bercanda Soal Bom

"Iya, Mahatir saja bisa masa Pak JK enggak bisa tapi jangan wapres lagi kami orang bugis beliau kepingin beliau jadi presiden, ini saya selaku pengusaha orang Bugis menginginkan sosok pak JK memimpin negeri," ujar Andi di Kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Ia mengatakan sosok Jusuf Kalla pantas menjadi orang nomor 1 di Indonesia.

Baca: PSI: Bawaslu Tidak Pernah Memberi Peringatan, Langsung Main Lapor Ke Polri

Namun, ia menyadari JK telah menyatakan diri untuk tak maju kembali dalam perhelatan pilpres 2019 mendatang.

"Pak JK kan sudah tidak mau lagi tapi kalau rakyat menginginkan ya konstitusi masih mengizinkan ya silakan. Tapi kalau kita ngapain jadi nomor 2, ya kan? Jadi presiden saja sekalian," kata Sekjen Gapensi ini.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyatakan dirinya usai 2019 ingin rehat dan tak ingin maju menjadi cawapres bahkan capres.

Baca: Bangunan SDN Kotabatu 08 Bogor Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar Berdesakan Di Satu Kelas

JK beralasan dalam aturan UU secara jelas tak memperbolehkan dirinya kembali maju menjadi cawapres karena telah dua kali menjabat wakil presiden.

"Seperti saya katakan, saya sendiri tentu ingin istirahat dan apalagi masalah konstitusi sudah menetapkan seperti itu. Harus 2 kali," kata Kalla di Istana Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (24/4/2018).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini