News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kemenhub Akan Perbaiki SDM Petugas di Jembatan Timbang

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jembatan Timbang di Yogyakarta

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Brian Priambudi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan tingkatkan kualitas pelayanan jembatan timbang dan menghilangkan praktir pungutan liar (pungli).

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi menjelaskan, pihaknya akan terus memperbaiki kualitas pelayanan dengan meningkatkan kapasitas SDM petugas pengawas jembatan timbang.

"Kapasitas petugas, bagaimana SDM yang mengawasi jembatan timbang. Sampai Kamis kemarin, saya kumpulkan 150 anggota yang ada di jembatan timbang. Kita rubah pola pikir. Mereka dulu petugas provinsi, dulu retribusi, sekarang pelayanan dan pengawasan," ujar Budi Setiyadi di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).

Budi mengatakan dengan merubah pola pikir petugas dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan di jembatan timbang, terutama untuk menghilangkan praktik pungli.

"Saya jamin pengawasan dan pelayanan. Kalau ada pungli, dilakukan preman di luar jembatan timbang yang mengatasnamakan petugas," ujarnya.

Dirinya pun menjamin membuat jembatan timbang yang sudah dalam pengawasan Kementerian Perhubungan akan lebih transparan serta diperbaiki.

"Kita buat lebih tansparan, implementasi kaca tembus pandang, sekat-sekat dikurangi, bersih dan rapi. Juga harus Terang benderang. Informasi setiap yang masuk harus jelas," ujarnya.

Sementara itu nantinya petugas jembatan timbang juga akan dibekali dengan pengetahuan terkait fungsi dan tugasnya.

Hal tersebut berperan penting agar petugas tidak hanya menindak, tapi juga bisa mengedukasi masyarakat agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran berikutnya.

"Petugas di jembatan timbang harus paham filosofi untuk apa saya ada di sini. Tidak hanya ditilang tapi ada aspek edukasi. Bapak langgar ini, akibatnya ini, kerugian negara dan keselamatan," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini