News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gempa di Lombok

BNPB Sebut Data 689 Pendaki Terjebak di Gunung Rinjani Masih Belum Pasti

Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho

Laporan wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 689 orang pendaki masih berada di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Dari data BPNB, sebanyak 149 orang berada di pendakian jalur Gunung Rinjani, 500 orang berada di KM 10 Jalur Sembalun, dan 40 orang di Kawasan Batu Ceper.

Baca: Pertemuan SBY dengan Presiden PKS untuk Menyamakan Visi dan Misi Bangun Koalisi

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa data BNPB tersebut masih belum pasti.

Baca: Jadwal Pengalihan Arus Lalu Lintas Saat JPO Bundaran HI Dirobohkan

Alasan data pendaki tidak bisa dicatat secara pasti karena seringkali pendaki tidak melaporkan keberangkatan atau kepulangannya ke pos lapor.

"Kemudian juga ada beberapa jalur yang tidak resmi yang juga jadi jalur pendakian," ujarnya Sutopo di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/7/2018).

Sutopo mencontohkan peristiwa Gunung Barujari, Lombok, yang meletus dua tahun lalu.

"Ketika itu kami juga bingung ternyata banyak wisatawan yang berada di sekitar sana dan bahkan ada yang mendokumentasikan," tambahnya.

Baca: Wanita Cantik Calon Istri Aktor Kondang Indonesia Ini Ternyata Bos Perusahaan Es Krim

Sesuai dengan rapat koordinasi di Sembalun pada hari Minggu kemarin, dilanjutkan Sutopo, BNPB akhirnya mencatat jumlah total pendaki yang berangkat tanggal 27 dan 28 Juli 2018 sebanyak 829 orang

"Namun, angka terebut bisa bertambah karena yang naik 26 dan 27 belum turun semuanya, sehingga berapa sisanya kami belum tahu," ujarnya.

Baca: Belum Menikah di Usia 33 Tahun, Raline Shah: Single dan Mandiri itu Pilihan

Sutopo juga berharap perlu adanya mekanisme pencatatan yang ketat untuk mendata jumlah pendaki yang hendak naik ke gunung.

"Jadi kita memiliki banyak gunung dan rata-rata masyarakat kita senang mendaki," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini