News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Soal Pidato 'Berantem', Jokowi: Jangan Dibaca Hanya Sepotong Saja

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Presiden Joko Widodo mengimbau kepada semua pihak agar memahami pidatonya secara utuh, tanpa dipotong-potong.

‎Jokowi menjelaskan, pidato yang disampaikan kepada relawan saat itu, bahwa aset terbesar Indonesia yaitu persatuan dan kerukunan, sehingga jangan sampai membangun kebencian, saling mencela, saling menjelekan.

Baca: Presiden Jokowi Dikritik usai Minta Relawan Siap Berkelahi, Sudjiwo Tedjo Beri Pembelaan

"Saya sampaikan itu, coba dirunut dari atas, jangan diambil sepotong-sepotong saja," ucap Jokowi di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Jokowi menilai, jika pidatonya dimaknai secara sepotong, maka pihak lain akan mudah mengomentarinya dengan salah.

"Nanti yang enak yang mengomentari kalau seperti itu, dilihat semuanya secara keseluruhan, konteksnya akan kelihatan," papar Jokowi.

Sebelumnya, dalam pidatonya kepada relawan akhir pekan kemarin, Jokowi meminta untuk tidak menyerang kubu lawan di pemilihan presiden 2019 dengan ujaran kebencian dan fitnah.

Baca: Tanggapi Arahan Jokowi, Dahnil A Simanjuntak: Keterbatasan Beliau untuk Merangkai Narasi

Meskipun demikian Jokowi meminta kepada relawan harus berani menghadapi serangan politik yang datang kepadanya.

"Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi, kalau diajak berantem juga berani," kata Jokowi dalam pidatonya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini