News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

KH Maruf Amin Diundang ke Kediaman PM Malaysia Mahatir Mohammad

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mahatir Mohammad dan KH Maruf Amin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Bakal calon wakil presiden Kiai Ma'ruf Amin menemui Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad di Malaysia, Sabtu (9/9/2018).

Rois Aam PBNU dan Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia non aktif itu diundang bertemu Mahathir kediaman pribadi Mahathir, di Mines Residence, Kembangan, Malaysia.

Dalam kunjungan itu, Kiai Ma'ruf menghaturkan tahniah atau ucapan selamat kepada Mahathir yang telah dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia pada 9 Mei 2018 lalu.

Mahathir yang kini berusia 93 tahun itu akan memimpin Malaysia hingga lima tahun ke depan. Menurut Ma'ruf seorang Mahathir adalah tokoh senior yang terkemuka baik di Asia dan Internasional.

"Mahathir sarat dengan pengalaman mumpuni dan nasionalisme yang sangat meyakinkan dalam dinamika politik ekonomi global," ujar Kyai Ma'ruf melalui keterangan tertulisnya, Minggu (9/9/2018).

Kiai Ma'ruf meyakini, bahwa persaudaraan Malaysia dan Indonesia akan semakin baik di era kepemimpinan Mahathir Muhammad.

"Hal ini sudah dibuktikan oleh pilihan Mahathir yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi setelah pelantikannya," ucap Kiai Ma'ruf.

Baca: Tunggu APBD-P Disahkan, Baru Bonus Atlet Peraih Medali Asal Jakarta Cair

Dalam pertemuan tersebut didiskusikan mengenai isu-isu politik, ekonomi, sosial baik di lingkungan Asean dan Asia serta kecenderungan politik internasional.

Kesempatan ini digunakan oleh Kiai Ma'ruf untuk menitipkan warga negara Indonesia yang beraktivitas di Malaysia di banyak sektor : pendidikan, tenaga kerja, bisnis dan lain sebagainya.

"Kita berharap agar para WNI yang beraktivitas di Malaysia dipandang tidak hanya sebagai warga negara yang serumpun dan mitra kerja namun lebih jauh dari itu hendaknya dilihat sebagai saudara sehingga kendala dan pelbagai permasalahan yang kemungkinan muncul dapat terselesaikan secara kekeluargaan dan persaudaraan," imbuhnya.

Mahathir pun menyambut gembira kunjungan KMA. Dan berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama bilateral antara dua negara serumpun ini.

"Hubungan kedekatan Malaysia dan Indonesia bukan hanya sebagai dua negara yang bertetangga secara kewilayahan namun juga selama puluhan tahun terjalin relasi spiritual dan kultural," ucap Mahathir.

Menurut Mahathir kedua negara ini adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang berorientasi ahlus sunnah waljamaah, dan telah berlangsung aliran tenaga kerja dari Indonesia ke Malaysia dalam jumlah besar yang tentunya ikut mempengaruhi kebudayaan Malaysia.

"Dalam kunjungan saya ke Indonesia pun, saya bersama Presiden Indonesia sudah sepakat untuk meningkatkan hubungan yang telah terjalin ini," kata Mahathir.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini