News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pantau Stok Beras di Kramat Jati dan Pasar Cipinang, Ini Temuan Menteri Pertanian dan Dirut Bulog

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Pertanian dan Dirut Bulog Budi Waseso saat memantau harga beras di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Direktur Utama (Dirut) Bulog Budi Waseso memantau langsung stok beras di dua pasar di kawasan Jakarta Timur.

Pertama keduanya beserta rombongan mengunjungi Pasar Kramat Jati pada pukul 09.30 dan setelah setengah jam di Pasar Kramat Jati, keduanya bertolak ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

Mengenakan baju batik, Amran menyampaikan dari hasil pemantauan stok beras aman.

Meski saat sedang musim kemarau, stok beras aman karena menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil tanam.

Kemudian dilakukan sejumlah cara seperti membangun embung, irigasi, hingga membangun sumur sehingga pada saat musim kering, yang biasanya hanya 500 ribu hektar yang menghasilkan kini bisa mencapai satu juta hektar.

"Kami harus yakinkan hari ini lagi bahwa produksi di musim kering itu tetap berjalan dengan baik.
Saya ulangi, tanaman naik dua kali lipat pada musim kering, karena itu target kita," ungkap Amran di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).

Dengan keamanan stok Amran pun mengatakan harga beras tidak ada kenaikan beras. Harga jual beras dipasar mencapai Rp 8.200 dari harga eceran tertinggi (HET) beras medium Rp 9450 dan beras premium Rp 12.800.

"Kemudian harga terendah yang kami cek itu ada Rp 8200 per kg. Kesimpulan tidak ada alasan harga naik khususnya beras karena kenapa dulu alasan harga naik stok kurang sekarang gudang full, sudah sewa," ungkap Amran.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini