News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Waduh, Pilpres Makin Dekat Masih Ada 795.000 Data DPT Ganda di Seluruh Indonesia

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota KPU RI, Viryan Azis, di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPU RI menyatakan saat ini masih terdapat 795.000 nama pemilih ganda dari total 185 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat nasional yang telah ditetapkan oleh KPU pekan lalu.

"Nama pemilih yang alami kegandaan dari 185 juta (DPT) di bawah 1 juta yaitu 795 ribu, kami yakin akan berkurang karena akan dibersihkan dari malam hingga Minggu pagi," kata Anggota KPU RI Viryan Aziz di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).

Ia menjelaskan, selama 10 hari sejak penetapan DPT tingkat nasional lalu, KPU bersama parpol dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah melakukan 3 kali pertemuan untuk membahas teknis perbaikan data ganda DPT.

Pertemuan terakhir dilakukan pada Jumat malam 14 September lalu, di mana ditemukan DPT ganda versi partai politik pada angka 1,2juta pemilih.

"Tadi malam kami dapat info dari teman-teman parpol menyampaikan yang paling menyuarakan data ganda, mengapresiasi di angka 1,2 juta (DPT ganda), tapi data internal kami dibawah 1 juta. Data itu tentunya sedang dan akan diselesaikan KPU di daerah untuk dibersihkan," kata dia. 

Baca: Begini Jatuh Bangun Mujiati Merintis Usaha Sambal Cuk Hingga Mendunia

Ia mengatakan sampai malam ini, data terkait DPT provinsi sedang berjalan masuk dan harus selesai mengingat esok hari akan diadakan Rapat Perbaikan DPT Pemilu 2019 (Hasil Tindaklanjut Rekomendasi Bawaslu RI).

"Tadi hampir seluruh KPU provinsi sudah rampungkan rapat rekapitulasi DPT tingkat provinsi, beberapa sedang berjalan dan menyelesaikan. Besok itu rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT hasil perbaikan nasional," tutur Viryan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini