News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilu 2019

Survei Indikator: Efek Dukung Jokowi, Elektabilitas Golkar Terus Naik

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil elektabilitas 16 parpol peserta Pemilu 2019.

Hasil survei tersebut menunjukkan PDIP berada pada peringkat tertinggi dengan elektabilitas sebesar 22,9 persen.

Setelah PDI Perjuangan, menyusul Golkar (11,4 persen), Gerindra (10,7 persen), dan Demokrat (6,8 persen).

"Pada simulasi daftar 16 partai peserta Pemilu 2019, PDIP dukungannya paling besar, 22,9 persen. Kemudian Golkar 11,4 persen, Gerindra 10,7 persen, Demokrat 6,8 persen," kata Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei.

Menurutnya, posisi selanjutnya ditempati PKB (6,2 persen), PKS (4 persen), PPP (3,7 persen), NasDem (3,4 persen).

Sedangkan Perindo mendapat persentase 2,5 dan PAN hanya 2 persen.

"Dan partai lainnya kurang dari 1 persen. Sekitar 24,7 persen lainnya belum memilih," katanya.

Dua partai dengan elektabilitas tertinggi merupakan pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.

Lebih lanjut Burhanuddin mengatakan dari sembilan parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf, hanya PDI Perjuangan yang dinilai paling solid dalam mensosialisasikan dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf ke basis massa pendukungnya.

Elektabilitas Partai Golkar juga mengalami kenaikan dibanding pada survei sebelumnya pada Maret lalu.

Pada Maret, elektabilitas Golkar sekitar 8 persen dan kini berada di sekitar 11 persen.

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA juga sebelumnya menyatakan elektabilitas Partai Golkar jelang Pemilu 2019 merosot.

Awalnya Partai Golkar berada di posisi kedua, di bawah PDI Perjuangan. Namun kini posisi itu digeser Partai Gerindra.

Survei Indikator dilakukan dalam rentang waktu 1 sampai 6 September 2018. Jumlah responden dalam survei ini sebanyak 1.220 orang yang merupakan warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih pada Pemilu 2019.

Responden ini dipilih secara acak atau multistage random sampling.

Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan dengan wawancara langsung atau tatap muka.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini