News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

KPK Sebut OTT di Pasuruan Terkait Proyek Infrastruktur dan Irigasi

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru Bicara Komisi Penberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pasuruan, Jawa Timur, terkait dengan proyek infrastruktur dan irigasi.

"Proyeknya infrastruktur, ada proyek pembangunan ya, tahun 2018. Tapi memang ada proyek pembangunan di Pasuruan yang cukup banyak proyek pembangunan dan terkait proyek dengan perairan atau irigasi. Itu yang kami identifikasi juga dengam adanya dugaan fee proyek disana," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Baca: Anggota DPRD Sumut, Enda Mora dan M Yusuf Dijebloskan ke Rutan KPK

Kasus ini bermula dari OTT KPK pada Kamis (4/10/2018) pagi di Pasuruan, Jawa Timur.

Ada enam orang yang terjaring dalam OTT tersebut. Namun, hanya empat orang di antaranya yang diboyong ke Jakarta malam ini.

"Ya termasuk walikota. Ada walikota, kemudian dua orang lejabat setingkat kepala dinas kemudian satu orang pihak swasta," kata Febri.

Dari OTT di Pasuruan ini, KPK menyita barang bukti berupa uang sejumlah Rp 120 juta. Uang itu diduga bagian dari komitmen fee dari satu proyek di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan.

Penindakan ini dilakukan karena KPK telah menerima informasi akan ada transaksi yang melibatkan penyelenggara negara dan pihak swasta di Pasuruan.

Namun demikian, KPK baru akan mempublikasikan detail hasil kegiatan penindakan yang turut meringkus Walikota Pasuruan Setiyono itu besok, Jumat (5/10/2018) besok.

"Besok pagi direncanakan hasil kegiatan tangkap tangan akan diumumkan melalui konferensi pers," tukas Febri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini