News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Menpan RB: Persaingan PNS Sangat Kompetitif

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin menegaskan persaingan untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sangat kompetitif.

Dia menjelaskan, pemerintah menerima pendaftar sekitar 3,5 juta CPNS. Sementara itu, formasi atau lowongan yang dibutuhkan hanya 238 ribu. Sehingga, dia menilai, terdapat banyak CPNS yang tidak lolos.

"Itu wajar saja, karena peminat 3,5 juta. Sedangkan yang akan diangkat atau dikukuhkan atau diterima menjadi PNS 238 ribu. Sangat kompetitif. Tidak cukup 1 banding 10. Jadi, memang banyak yang tidak lulus kira-kira konsekuensi begitu," ujar Syafruddin, ditemui setelah menghadiri acara International Public Services (IPS) Forum 2018 di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Dia menjelaskan, upaya membuka lapangan kerja melalui penerimaan CPNS merupakan kebijakan pemerintah untuk mengakomodir warga negara yang membutuhkan pekerjaan.

"Jadi, bukan hanya kelompok-kelompok tertentu atau apapun namanya. Anak bangsa luas sekali ada yang sudah lulus SMA 5 tahun menganggur, sudah S1 bahkan sudah S2 tidak memperoleh pekerjaan," kata dia.

Namun, dia menegaskan, pemerintah tidak sembarangan merekrut anak bangsa yang akan menjadi abdi negara. Dia menegaskan, terdapat tahapan-tahapan seleksi yang harus dijalani.

"Kami membuka lapangan pekerjaan, tetapi tentu melalui seleksi. Jadi, ada timbal balik yang kami inginkan disitu melalui seleksi," ujarnya.

Menurut dia, upaya proses seleksi itu dilakukan karena menginginkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia itu mempunyai aksesibilitas dan kompetensi.

"Paling tidak animo 3,5 juta itu berarti sudah memberikan persembahan terbaik kepada seluruh anak bangsa. Anak bangsa harus diakomodir," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini