News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BIN Harus Jelaskan Parameter Masjid di Lingkungan Pemerintah yang Terpapar Paham Radikal

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi masjid

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mujahid, minta Badan Intelijen Negara (BIN) menjelaskan parameter masjid dilingkungan Kementerian, Lembaga, dan BUMN yang terpapar paham radikalisme.

"BIN harus jelaskan dan sepakati ukuran radikalnya apa? Radikalisme tidak selalu identik dengan negatif dan keburukan. Sumpah pemuda adalah salah satu bukti tindakan radikal," ujar Sodik Mujahid, Senin, (19/11/2018).

Baca: BIN: Berita BIN Menyuap Ormas Mahasiswa Agar Tidak Kritis Kepada Pemerintah Adalah Hoax

Sodik Mujahid mengatakan, BIN harus menjelaskan apakah yang dimaksud radikal itu yang ajaran atau ceramahnya bertentangan dengan dasar-desar negara Indonesia seperti Pancasila dan Bihineka Tunggal Ika.

"Atau ceramahnya hanya menyampaikan kritik kepada pemerintah," kata Sodik Mujahid.

Di Masjid BUMN dan kampus menurut Ketua DPP Gerindra tersebut, banyak pemuda-pemuda yang cerdas dan kritis. Jangan sampai menurutnya pemuda yang kritisi tersebut yang dicap radikal.

Baca: Ceramahnya Soal Prabowo-Sandiaga Jadi Perdebatan, Novel Bamukmin Beri Penjelasan

"Jadi perlu kejelasan batasan radjkalisme dan perlu pendekatan yang tepat terhadap sikap kritisnya yang tidak selalu radikal," kata Sodik Mujahid.

Sebelumnya BIN memaparkan bahwa masih ada sekitar 17 masjid yang terpapar paham radikalisme dalam kategori parah. Jumlah tersebut berkurang daei sebelumnya sebanyak 41 masjid.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini