"Di rumah," jawab Nurdiansyah dengan wajah merah padam.
Zudan pun menerangkan kalau kasus seperti Nurdiansyah jumlahnya lebih dari 2 juta perekaman.
"Kalau Pak Nurdiansyah merekam, ini KTP-nya nggak akan jadi," jelas Zudan.
Yasonna pun bertanya kembali pada Zudan.
"Jadi ini nanti KTP-nya bagaimana?" tanya Yasonna.
Zudan pun mengatakan kalau KTP Nurdiansyah tinggal dicetak.
"Sekarang langsung jadi dicetak. Jadi kepada seluruh warga binaan yang sudah merekam agar tidak usah merekam kembali, tinggal melapor saja nanti dicetakkan," kata Zudan.
"Oke, mantap," sambut Yasonna.
Yasonna pun kemudian meledek Nurdiansyah ketika hendak pergi dari stan perekaman tersebut.
"Ketangkap kamu ya," kata Yasonna sambil tersenyum yang juga disambut senyum Nurdiansyah.
Ditjen PAS memfasilitasi rekam cetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), khususnya bagi Warga Binaan Pemasyarakakan (WBP) yang belum memilikinya.
Acara yang dipusatkan di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta bertema “Rekam Cetak KTP-el Serentak di Lapas/Rutan, Sukseskan Pemilu 2019”.
Acara tersebut digelar pada 17 sampai 19 Januari 2019 sebagai gerakan nasional di lapas dan rutan seluruh Indonesia serta dapat disaksikan secara relay melalui aplikasi zoom.