News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilu 2019

Pengamat IPI Sebut Ruang Publik Ramai soal Sentimen Agama dan Ras Memasuki Masa Kampannye

Penulis: Ria anatasia
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo di Jakarta, Sabtu (16/2/2019)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hajatan pemilihan umum (Pemilu) 2019 sudah semakin dekat.

Untuk pertama kalinya, pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden dilakukan secara serentak pada 17 April 2019 mendatang.

Baca: Pemilu 2019 Elite Politik Jangan Jadi Sumber Hoaks dan Ujaran Kebencian

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai pesta demokrasi tahun ini tak luput dari paham radikalisme dan intoleransi.

Menurutnya, selama lima bulan masa kampanye, isu-isu terkait agama, suku, ras gencar dijadikan persoalan untuk menyerang tokoh politik tertentu. 

Bahkan, selama memasuki masa kampanye, ruang publik telah diisi ujaran kebencian dan hoaks.

 "Beberapa tahun ini begitu menguat politik identitas yang mengedepankan suku, ras, agama antargolongan, bahkan memasuki masa kampanye ruang publik dicecari noise (kebisingan) ujaran kebencian hoaks sentimen agama suku dan sebagainya," kata Karyono di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

"Gerakan-gerakan intoleran, gerakan radikalisme, paham khilafah islamiah juga ikut menumpang dalam proses pemilu. Kemudian, kita sering kali melihat masih ada bendera HTI berkibar di dalam proses pemilu 2019 ini. Itu mengkhawatirkan, jangan sampai hal itu mengganggu proses pemilu," tambah dia.

Karyowo berharap masyarat waspada dan tidak cepat naik pitam akibat isu-isu tersebut, sehingga mengabaikan arti Pemilu sesungguhnya yang mengedepankan prinsip demokrasi.

Baca: Faizal Assegaf Menuding Gerakan Radikal KIni Pindah ke Media Sosial

"Tentu saja hal itu menghkawatirkan jangan sampai ganggu proses pemilu di mana pemilu sebagai perwujudan kedaulatan rakyat untuk tentukan pemimpin baik di level DPR dan presiden wakil presiden," kata dia.

"Harapan kami pemilu ini damai, aman, penuh kegembiraan tanpa ada gerakan yang bisa menggangu pemilu dan menimbulkan keretakan sosial," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini