News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilu 2019

Fadli: Meninggalnya KPPS Memunculkan Spekulasi Disantet

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat memberikan keterangan pers terkait kedatangannya ke Gedung KPU Pusat, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019). Fadli Zon datang sebagai anggota DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan dan kehadirannya tersebut dalam rangka melihat cara kerja Sistem Informasi Penghitungan Suara atau Situng KPU. Tribunnews/Jeprima

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyerukan betapa pentingnya pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) kecurangan Pemilu.

Selain untuk mengungkap penyelenggaraan Pemilu mulai dari pemungutan hingga rekapitulasi suara, TPF juga penting untuk mengungkap meninggal ratusan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Saya nilai penting tim pencari fakta atau tim gabungan terhadap meninggalnya ini. Karena ini nyawa manusia, sangat serius. Satu nyawa saja harus diinvestigasi apalagi ini sampai 600an," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (14/5/2019).

Bila tidak diinvestigasi menurut Fadli maka masyarakat akan terus bertanya bertanya penyebab meninggalnya anggota KPPS.

Bila tidak diungkap maka meninggalnya, KPPS akan menjadi misteri perbincangan di masyarakat.

"Realitas perbincangan di masyarakat, engga bisa dianggap enteng," katanya.

Baca: KPU: Ada Tandatangan Atau Tidak, Rekapitulasi Tetap Jalan

Karena dalam beberapa kasus ada petugas KPPS yang sampai muntah darah.

Bila tidak benar benar diungkap, maka akan menyebabkan munculnya banyak spekulasi, mulai dari diracun hingga disantet.

"Kemarin yang saya datangi sama keluarganya muntah-muntah darah dan sebagainya Jadi apa yang sebenarnya terjadi harus di investigasi. Mungkin kelelahan mungkin keracunan atau ada hal lain kan spekulasinya sampai hal yang gaib sampai kena santet dan sebagainya," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini