News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ujang Komaruddin: Doa Kenegaraan oleh Umat Islam dan Laki- Laki

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sidang Paripurna MPR Akhir Masa Jabatan 2014 – 2019 di Gedung Nusantara, Komplek MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Akademisi dari Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin menjelaskan, mengacu konvensi kenegaraan setiap acara resmi termasuk acara MPR RI pembacaan doa memang selalu dibacakan oleh laki laki dan umat Islam.

Hal tersebut disampaikan oleh Ujang terhadap keluhan Anggota MPR Fraksi partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojhadikusumo yang digagalkan dalam pembacaan doa oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Baca: Maia Estianty Puji Sang Suami Saat Berangkat Umroh Bareng

"Karena memang yang biasanya itu diambil dari umat mayoritas (Islam) tapi, umat mayoritas berdoanya juga mengizinkan umat agama yang lain untuk membaca doa sesuai agama masing- masing. Itu juga menjadi kebiasaan dalam konteks kenegaraan di Indonesia ini," Ujang menjelaskan Sabtu, (28/9/2019).

Menurutnya, alasan yang disampaikan oleh Rahayu tidak tepat. "Ini bukan soal perempuanya tapi memang kebiasaanya yang dari dulu dan sekarang seperti itu ketika pembacaan doa yang kemudian diikuti oleh agama lain," kata dia.

"Ini kan sama juga seperti proses pelantikan pejabat negara," jelas Ujang.

Baca: Ketua MPR Klarifikasi atas Kecewanya Keponakan Prabowo yang Batal Bacakan Doa

Ujang menyarankan, demi menjaga perdamaian dan menghindari polemik yang tidak penting alangkah baiknya jika proses ini dikembalikan kepada awal yang.

"Bangsa ini sedang disulitkan oleh masalah demonstrasi dan papua. Sehingga sebenarnya itu yang harus difikirkan bersama oleh para elit kita dari pada masalah ini," Ujang mengingatkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini