News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Salam Pancasila Lima Jari

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Musyawarah Nasional bertajuk 'Pemantapan Pembinaan Ideologi Pancasila Melalui Giat Purna Paskibraka Indonesia' di Hotel Aston Bogor, Bogor Selatan, 27-30 Oktober 2019.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mewakili Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati pada kegiatan pemberian pengarahan pemantapan pembinaan ideologi Pancasila melalui giat purna Paskibraka Indonesia di Bogor.

Pada pemberian pengarahan tersebut Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah memberikan berbagai pengarahan mengenai Pancasila.

Diantaranya adalah mengenai awal mula sejarah munculnya Pancasila dan tokoh-tokoh penggagas dan pembentukan Pancasila.

Baca: Pancasilanomics Jadi Panduan untuk Menapaki Jalan Indonesia Maju

Tidak hanya itu, Ahmad Basarah juga menjelaskan tentang persatuan dalam keberagaman dan Bhineka Tunggal Ika.

Ahmad Basarah juga menjelaskan tentang salam kemerdekaan yang memiliki makna philosofis untuk Pancasila.

BPIP memberikan kekayaan baru dengan salam Pancasila lima jari.

"Saya tidak tahu sudah dibuatkan keputusan Kepala BPIP apa belum. Tapi etika berbangsa dan bernegara dianjurkan siapapun yang mendapatkan bicara dimuka publik salam Pancasila yang dimiliki BPIP adalah salam yang memiliki kedudukan hukum yang kuat dalam sistem ketatanegaraan," katanya saat memberikan pengarahan di Ballroom Hotel Aston, BNR, Bogor Senin (28/10/2019).

Ia juga mengatakan bahwa salam tersebut salam yang menyatukan Indonesia.

Baca: Bamsoet: Mari Bersama Jaga Rumah Besar Pancasila

"Salam tersebut adalah salam yang telah menyatukan bangsa Indonesia yang merebut bangsa indonesia dari kolonialisme," kata dia.

"Salam ini tidak menanyakan apa agama mu apa suku mu darimana asal mu darimana provinsi mu apa status sosial mu tapi semua diikat untuk hal yang sama untuk kepentingan bangsa Indonesia," ujarnya.

Usai memberikan arahan Ahmad Basarah mengapresiasi langkah BPIP menggandeng Purna Paskibraka.

"Kami, MPR memberikan apresiasi terhadap upaya-upaya yang dilakukan BPIP dalam rangka mensosialisasikan ideologi Pancasila. Membumikan Pancasila menjadi ideoloagi yang bekerja di tengah-tengah masyarakat Indonesia," lanjutnya

"Salah satunya melibatkan bermacam-macam kelompok strategis masyarakat untuk menjadi duta Pancasila. Menjadi penggiat Pancasila diseluruh Indonesia. Salah satunya adalah melibatkan para alumni Paskibraka seluruh Idonesia," ujar Basarah.

Pada kegiatan Musyawarah Nasional bertajuk 'Pemantapan Pembinaan Ideologi Pancasila Melalui Giat Purna Paskibraka Indonesia' di Hotel Aston Bogor, Bogor Selatan, 27-30 Oktober 2019.

Dihadiri sekitar 250 peserta Purna Paskibraka Indonesia yang berasal dari seluruh Daerah di tanah air.

Plt Kepala BPIP RI, Profesor Haryono menyambut antusias kerja sama yang terjalin antara BPIP RI dengan PPI.

Menurutnya, untuk menjaga ideologi Pancasila dibutuhkan peran semua masyarakat.

"Yang menarik acara yang terselenggara ini adalah kita harus menjaga Pancasila," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (27/10/2019).

"Ini harus kita tekankan, bahwa saat ini ada ujaran-ujaran yang memecah belah itu harus dicegah. Paskibraka harus peka dan turut serta menjaga ideologi Pancasila," sambungnya.

Lebih lanjut, Haryono menjelaskan bahwa nantinya skema implementasi untuk menjaga ideologi Pancasila harus bersinergi dengan semua pihak, mulai dari tingkat dusun.

"Kami BPIP RI sangat mendukung kegiatan ini diselenggarakan. Paskibra harus jadi garda terdepan juga untuk menjaga NKRI," jelasnya.

"Kami berharap teman-teman Paskibra bersinergi dengan elemen-elemen pancasila lainnya mulai dari tingkat kampung. Banyak di kampung juga pasukan pengibar benderanya sangat bagus, ideologi Pancasila-nya juga bagus. Dirangkul dan bersinergi," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Purna Paskibraka Indonesia, Guosta Feriza bersyukur lantaran PPI dipercaya untuk menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga ideologi Pancasila.

"Malam hari ini kami merasa bersyukur dan bangga bahwa PPI dibebri kesempatan untuk pemantapan pembinaan ideologi Pancasila," tuturnya.

Tak hanya itu, Guosta Feriza menekankan bahwasanya ideologi Pancasila harus ditanamkan mulai dari orang terdekat, seperti keluarga.

"Ini merupakan tanggung jawab yang harus kita emban. Kita harus memantapkan ideologi pancasila dan harus ditanamkan di lingkungan masing-masing," paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini