News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Said Aqil Siradj: Pancasila Tidak Bertentangan dengan Ajaran Islam

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Diskusi yang digelar BPIP bertajuk 'Mewujudkan Negara yang Damai dan Toleran untuk Indonesia yang Lebih Maju', di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (10/12/2019)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Said Aqil Siradj menegaskan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Hal itu dikatakannya dalam diskusi bertajuk 'Mewujudkan Negara yang Damai dan Toleran untuk Indonesia yang Lebih Maju', di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Baca: Sindir Jokowi Tak Paham Pancasila, PKPI Minta Rocky Gerung Tak Asal Ngomong

Awalnya, ia bercerita perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) yang menerima asas tunggal Pancasila karena tidak bertentangan dengan Islam.

"Muktamar ke-27 di Situbondo NU menerima asas tunggal Pancasila karena dari kelima sila tidak ada yamg bertentangan dengan agama Islam," kata Said Aqil Siradj.

"Justru itu (Pancasila) adalah nilai-nilai Islam, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan musyawarah semuanya ada semua itu di Al-Qur'an. Yang terakhir itu keadilan sosial, di Al-Qur'an itu banyak sekali kata-kata adil," imbuhnya.

Selanjutnya, ia menekankan kehidupan berbangsa dan bernegara berlandaskan Pancasila.

Namun, kata Said, pada kenyataannya nilai-nilai Pancasila belum diterapkan.

Ia menyorot ketimpangan sosial yang terjadi di banyak wilayah Indonesia.

Baca: Peringatan Hari HAM Sedunia, Kontras Soroti Perlindungan HAM di Era Jokowi

Kata Said, hal tersebut tak sesuai dengan pengamalan sila kelima yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kemiskinan justru di tepi pusat kekayaan, tepi laut, tepi hutan, tepi tambang itu banyak orang miskin. Di pinggirnya tambang batu bara itu banyak orang miskin karena tambangnya punya orang Jakarta," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini