News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sekjen PPP: PAN Perlu Restu Jokowi Jika Ingin Berkoalisi

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Arsul Sani.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) dikabarkan akan merapat ke partai koalisi pemerintah, setelah Zulkifli Hasan terpilih kembali menjadi ketua umum partai berlambang matahari putih itu. 

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, persoalan koalisi perlu dibicarakan secara bersama antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan partai-partai pendukung pemerintah. 

Dengan kata lain, diperkenankannya atau tidak PAN bergabung ke pemerintah tergantung Presiden Jokowi bersama partai koalisi. 

Menurutnya, pernyataan Zulkifli ingin gabung dengan dengan partai koalisi pemerintah juga perlu diperjelas, mengingat dirinya baru menyampaikan menjadi partai opisisi akan mengalami kerugian. 

Baca: Karen Pooroe Tak Yakin Anaknya Jatuh dari Ketinggian, Sebut Pernah Tinggal di Apartemen Lantai 29

Baca: 6 Manfaat Kulit Apel untuk Kesehatan, dari Cegah Kanker hingga Menurunkan Berat Dadan

"Jadi kita lihat dululah ya, supaya jelas. Saya yakin Pak Zul akan memperjelas ucapannya itu," ucap Arsul di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Arsul juga belum dapat menyampaikan, apakah partainya dapat membuka pintu bagi PAN jika nantinya ingin bergabung dalam koalisi pemerintah. 

"Kami di PPP itu belum bisa disimpulkan bahwa PAN itu pingin masuk ke dalam koalisi pemerintahan. Orangnya saja belum menjelaskan kok, belum menegaskan kok," tutur Arsul. 

Seusai terpilih kembali jadi ketua umum PAN, Zulkifli belum menentukan arah partai apakah akan berkoalisi atau menjadi oposisi Pemerintahan Jokowi. 

Zulkifli mengatakan PAN tidak akan masuk ke dalam pemerintahan, tapi juga tidak sebagai oposisi pemerintah.

"Kita akan jadi mitra kritis, bisa memberikan solusi masalah-masalah yang dihadapi. Masuk tidak, oposisi juga tidak," ujar Zulkifli di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2/2020).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini