News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Formula E

Berkaca dari 'Nasib' MotoGP Qatar dan KTT ASEAN, Ketua DPRD DKI Minta Gelaran Formula E Ditunda

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyusul temuan dua warga Depok yang terkonfirmasi positif virus corona, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi minta gelaran Formula E ditunda. Ia meminta balapan yang semula dijadwalkan digelar pada 6 Juni 2020, disetop sementara.

"Sepakat dihentikan dulu. Untuk amannya Jakarta, Indonesia, itu harus dihentikan dulu," ungkap Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020).

Kata Prasetio, hal ini mungkin saja dilakukan. Sebab, ia berkaca dari gelaran balap motor kelas primer MotoGP di Qatar dan Thailand.

MotoGP seri perdana di Qatar batal, sementara keseluruhan seri Thailand juga ditunda hingga waktu yang tak ditentukan.

Baca: Pihak Restoran Ungkap Kegiatan Dansa WNI Positif Corona & WN Jepang, Tiga Karyawan Diperiksa

Baca: MUI Kecam Penimbunan Masker Gegara Virus Corona: Haram Hukumnya

Padahal ajang balap motor bergengsi ini dijadwalkan mengawali seri perdana di sirkuit Losail Qatar akhir pekan ini, 8 Maret. Serta dilanjutkan seri berikutnya di Thailand pada 22 Maret.

Gugurnya dua seri Moto GP ini diakibatkan ancaman wabah virus corona. Dorna Sport selaku promotor MotoGP terpaksa membatalkan dua seri awal ajang balap kelas primer itu.

Bukan cuma itu, politikus PDIP ini juga mengacu keputusan pembatalan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Las Vegas, Amerika Serikat karena kekhawatiran merebaknya wabah virus corona.

"Saya rasa kaya di Qatar dihentikan dulu, banyak jadwal dihentikan. Karena kita melihat pebalap cuma kurang lebih 60, tapi pebalap itu bawa mekanik. Mekanik itu banyak, ratusan orang. Kita nggak tahu dia kena atau nggak," jelas Prasetio.

Menurut dia gelaran perdana Formula E yang jatuh pada Juni mendatang, serta temuan infeksi virus corona menjangkit dua warga Depok berada dalam waktu berdekatan.

Sehingga Pemprov DKI semestinya tidak memikirkan kegiatan lain, selain fokus pada penanganan penularan virus mematikan ini.

"Kalau bicara masalah bulan, Juni itu kan deket sekali. Kita ketahuan ada corona baru dua hari ini. Senin - Selasa kita baru terindikasi ada corona di Indonesia, khususnya di Jakarta sampai ke Depok. Pokoknya sementara kita fokus kepada masalah corona di Jakarta," pungkas dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini