<p>JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto, menyatakan bahwa ada tiga daerah yang berpotensi menjadi episentrum corona baru, yaitu kota Semarang, Surabaya, Dan Makassar.</p>
<p>Juru bicara pemerintah untuk penanganan korona, Achmad Yurianto, menyatakan bahwa ada tiga daerah yang berpotensi menjadi episentrum baru kasus corona di Indonesia.</p>
<p>Ini karena kasus di ketiga daerah itu tergolong besar.</p>
<p>Semarang, Surabaya, Makassar, ujar achmad yurianto seperti yang kami kutip dari CNN Indonesia.com.</p>
<p>Ini data sebaran kasus korona yang kami himpun dari laman resmi pantauan covid 19.</p>
<p>Di surabaya ada 438 total kasus positif.</p>
<p>Di semarang catatan situs siaga corona semarang kota, terdapat 118 kasus positif.</p>
<p>Sementara di kota makassar, terjadi 367 kasus positif Covid-19.</p>
<p>Dari ketiga kota yang disebut bisa menjadi episentrum baru corona di Indonesia, Surabaya dan Makassar sudah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar.</p>
<p>Selain itu, Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 12.00, kasus positif bertambah 433 kasus dari hari Kamis (30,04,2020), sehingga total menjadi 10.551 terkonfirmasi kasus positif corona.</p>
<p>Dari data tersebut, proporsi laki-laki 58 persen sementara perempuan 42 persen.</p>
<p>Dari jumlah positif corona tersebut, ada penambahan 69 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga jumlah pasien yang dinyatakan sembuh adalah 1.591.</p>
<p>Sementara itu, jumlah kasus meninggal dunia juga masih bertambah.</p>
<p>Hari ini ada penambahan 8 pasien meninggal dunia, sehingga jika ditotal jumlah meninggal dunia akibat virus corona adalah 800 jiwa.</p>
<p>Yuri juga tekankan untuk tidak mudik agar tidak menularkan ke orang lain yang belum terdampak apalagi orang yang telah lanjut usia serta Kelompok terbanyak berada di sekitar 30-59 tahun atau kelompok produktif dengan mobilitas yang tinggi.</p>
<p>Yuri juga ingatkan untuk tetap menjaga kebersihan kita dan saling membantu bagi masyarakat yang mengalami gejala-gejala bukannya malah dijauhi.<br /> </p>
Baca tanpa iklan