TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) meluncurkan empat mobil laboratorium sekaligus menggelar rapid test massal di depan Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2020) pagi.
Sekretaris Utama (Sesma) BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo mengatakan aksi jemput bola tersebut dilakukan atas arahan Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan dalam rangka mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Baca: Tribunnews Bersama Cardinal Donasikan 2.000 Masker Kain Non Medis kepada Pemkot Tangerang
"Hari ini kita melakukan peluncuran empat mobil laboratorium yang nanti bisa melakukan tes 1.248 sampel PCR," kata Bambang Sunarwibowo.
Menurut Bambang dengan diluncurkannya empat unit mobil laboratorium, diharapkan dapat mempercepat penurunan angka penyebaran virus corona.
"Kami lakukan penyaringan terhadap orang yang punya potensi atau ada gejala Covid-19 kemudian dilakukan pengujian baik melalui rapid tes dan laboratirum mobile, sehingga ini bisa masuk ke daerah pelosok yang daerahnya sulit dijangkau. Jadi kami istilahnya jemput bola," katanya.
Bambang menjelaskan pemeriksaan dilakukan dengan metode molekuler atau Polymerase Chain Reaction (PCR) guna mendeteksi positif atau tidaknya seseorang terpapar Covid-19.
Menurut Bambang, 4 unit mobile laboraturium yang disiapkan BIN mempunyai kapasitas uji 1.248 sample per hari dan akan menjangkau sejumlah wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya.
Mobil laboratorium berisi test PCR yang lengkap dan canggih serta memenuhi standar kesehatan.
Peralatan di dalamnya berupa Bio Safety Cabinet (BSC), Thermo Scientific TSC Series (Freezer) Thermomixer, Rotor-Gene Q, Centrifigue 5424 R, Mikropipet, dan westafel pencuci tangan.
Baca: Pria di Bali Ini Ditangkap Polisi, Diduga Sebar Hoaks Maruf Amin Terpapar Covid-19
"Kami harapkan, ini bisa cepat dilakukan tes khususnya di kawasan yang masih zona merah," katanya.
Selain di DKI Jakarta, rapid test juga akan dilaksanakan di provinsi-provinsi yang telah menjadi zona merah penyebaran Covid-19 yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali dan Sulawesi Selatan.
Gunakan helm pemantau suhu tubuh
Bambang Sunarwibowo mengatakan dalam rapid test tersebut beberapa orang sengaja menggunakan helm pengecek suhu tubuh.
Hal tersebut dilakukan untuk mendeteksi orang yang berpotensi atau memiliki gejala terpapar Covid-19.
"Jadi untuk org yang bergejala suhu tubuhnya di atas 37,8 derajat maka langsung dikakukan pemeriksaan di mobile lab. Begitu juga yang positif ditapid test juga dites lagi di mobile lab sehinga dengan akurasi 70 hingga 100 persen diharapkan bisa didapatkan akurasi," katanya.
Dari hasil rapid test yang dilakukan satu orang dinyatakan positif.
"Sementara yang positif satu orang dan langsung diisolasi," kata Bambang.
Kemudian terhadap orang yang dinyatakan positif tersebut akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa tes pcr untuk memastikan apakah dia benar-benar positif Covid-19 atau tidak.
"Jika positif akan langsung kita isolasi dan dan diantar ke Wisma Atlet," katanya.
Wakapolsek Menteng ikut rapid test
Wakapolsek Menteng Kompol Yulianto juga ikut memeriksakan diri bersama pertugas polisi lainnya dalam rapid test yang digelar BIN tersebut.
Dirinya mendapat amanat dari pimpinan agar jajaran kepolisian Menteng, baik Sabara, Intel, dan lainnya diperiksa.
"Tadi dari Polsek Menteng ada 25 petugas dan semuanya negatif termasuk saya," ucapnya.
Sebagian dari artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul: BIN Gelar Rapid Test di Terowongan Kendal Menteng, yang Positif Langsung Diantar ke Wisma Atlet
Baca tanpa iklan