News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Kisruh Pembagian Bansos, Wamendes Sebut Tak Ada Negara yang Siap Hadapi Covid-19

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Ketua Divisi Logistik Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat sekaligus Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Mohamad Arifin Soedjayana (ketiga kiri) bersama Ketua Divisi Pemberdayaan Aparatur, Non Aparatur, dan Masyarakat Gugus Tugas, Dudi Sudradjat Abdulrachim (kedua kiri) dan Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat, Liliq Nurcholiq (keempat kiri) meninjau pengemasan dan pendistribusian Bantuan Sosial Sembako bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/6/2020). Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat mencatat sudah menyalurkan lebih dari 900.000 paket bansos provinsi dari target 1,6 juta keluarga yang terdampak Covid-19. Penyaluran bansos provinsi senilai Rp 500 ribu gelombang pertama tersebut ditargetkan rampung pekan depan. Tribun Jabar/Gani Kurniawan

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi mengungkap benang kusut pembagian bantuan sosial (bansos) berkaitan dengan data calon penerima yang belum dimiliki Pemerintah Indonesia.

Atas dasar itu, dia pun mengatakan bahwa tak ada negara yang siap berhadapan dengan pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca: Bandel Bepergian ke uar Kota, Dua Warga Indramayu Ini Positif Covid-19

"Pandemi Covid-19 ini tidak pernah dipersiapkan oleh siapapun di seluruh negara dunia. Tidak ada negara di manapun yang siap menghadapi pandemi ini. Bahkan negara-negara maju pun korbannya banyak yang terkena virus Covid-19 atau tertular secara positif," jelas Budi Arie dalam rapat virtual, Rabu (10/6/2020).

Budi Arie mencotohkan Amerika Serikat, negara superpower dengan jumlah terbesar kasus positif Covid-19.

Ia pun mempertanyakan, mengapa bisa kasus terbesar Covid-19 terjadi di negara seperti Amerika?

"Kenapa Amerika itu paling besar terkena Covid-19, hampir 2 juta jiwa? Pandemi ini tidak pernah dipersiapkan dan tidak pernah dialami negara manapun di dunia termasuk Indonesia," tanya Budi Arie.

"Padahal bisa dibayangkan, negara sebesar Amerika itu punya 17 dari 30 perusahaan farmasi terbesar di dunia itu milik Amerika," sambungnya.

Budi Arie mengungkap, Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah terus berkonsolidasi dengan cepat terkait penanganan Covid-19.

Dengan langkah cepat pemerintah, Budi Arie berharap pandemi dapat diatasi sebaik-baiknya.

Menurutnya, kunci memutus rantai penyebaran Covid-19 adalah disiplin dari segenap warga negara.

Baca: Mendagri Pastikan Prosedur Pilkada Dilakukan Protokol Pencegahan Covid-19

"Disiplin menjaga kebersihan, mengenakan masker, menjaga jarak dan juga melindungi dirinya dari kemungkinan tertular virus Covid-19. Karena kita melindungi diri kita juga melindungi teman kita," kata Budi Arie.

"Melindungi teman kita juga melindungi lingkungan kita. Itulah kunci disiplin dari penerapan new normal dan akan berlangsung ke depan," sambungnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini