News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Novel Baswedan: Indonesia Benar-benar Berbahaya bagi Pemberantas Korupsi

Editor: Rizki Aningtyas Tiara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/6/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menanggapi proses peradilan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

Diketahui, Novel Baswedan menjadi target penyiraman air keras pada 11 April 2017 lalu.

Peristiwa ini terjadi setelah dirinya menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, tak jauh dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat aksi penyerangan tersebut, Novel mengalami luka pada matanya yang menyebabkan gangguan penglihatan hingga mengalami cacat permanen.

Kini, dua oknum polisi yang menjadi pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan telah dijatuhi vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020) kemarin.

Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette divonis dua tahun penjara.

Sementara terdakwa lainnya, yakni Ronny Bugis, dijatuhi vonis 1,5 tahun penjara.

• Profil Irjen Pol Rudy Heriyanto, Jenderal Bintang 2 yang Terseret Kasus Penyerangan Novel Baswedan

• Novel Baswedan Kembali Minta Pelaku Penyiraman Air Keras Dibebaskan, Apa Alasannya?

• Kasusnya Disebut Masalah Pribadi, Novel Baswedan Diminta Kembalikan Uang Pengobatan Rp 3,5 M

• Sebut Sidang Penyiraman Air Keras Sudah Jauh dari Fakta, Novel Baswedan: Susah untuk Menaruh Harapan

Sang penyidik senior KPK kelahiran Semarang, 22 Juni 1977 ini kemudian melontarkan sebuah cuitan setelah vonis terhadap dua pelaku penyiraman air keras itu dijatuhkan.

Pada Jumat (17/7/2020) pagi, lewat akun Twitter-nya, Novel Baswedan menyebut ada sandiwara yang telah selesai sesuai dengan skenario.

Dari situ, Novel Baswedan menyebut poin pembelajaran yang utama adalah Indonesia benar-benar merupakan tempat yang berbahaya bagi para pemberantas korupsi.

HALAMAN SELENGKAPNYA>>>

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini