News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Luhut : Kalau Semua Kompak Pertumbuhan Ekonomi Bisa Lebih dari 5 Persen

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Luhut Binsar Pandjaitan

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia dalam bidang investasi sudah cukup baik.

Bahkan kata Luhut, pemulihan investasi Indonesia lebih cepat dari yang diprediksi.

"Memang kemaren keliatan agak mengendor, tapi kalau kita bandingkan dengan tahun lalu sekarang ini kelihatannya sudah mulai membaik, jadi recoverynya agak cepat, dari apa yang kita duga sebelumnya," kata Luhut dalam dialog di TVRI, Minggu, (25/10/2020).

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Luhut Tentang Siapa Inisiator UU Cipta Kerja dan Ketidakyakinan Buruh

Menurut Luhut sejumlah negara sudah memberikan komitmen untuk berinvestasi di Indonesia, di antaranya yakni Jepang, Tiongkok, Uni Emirate Arab, dan Amerika.

Komitmen dari negara-negara tersebut untuk berinvestasi di Indonesi, kata Luhut sangat besar.

"Mereka memberikan komitmen yang besar, bukan komitmen yang hanya MoU-MoU, tapi lebih dari itu," ujar Luhut.

Baca juga: UU Cipta Kerja Disahkan, Menko Luhut Binsar Sebut Buruh yang Di-PHK Dijamin Dapat Pesangon

Baca juga: Luhut Mengaku Jadi Inisiator Omnibus Law UU Cipta Kerja, Ajak Diskusi Mahfud MD dan Sofyan Djalil

Oleh karena itu menurut Luhut apabila semua elemen kompak-bersatu dalam menghadapi pandemi Covid-19 maka pertumbuhan ekonomi bisa lebih dari 5 persen pada tahun depan.

Apalagi menurutnya Undang-undang Cipta Kerja banyak diapresiasi negara yang berinvestasi di Indonesia dan juga oleh lembaga-lembaga internasional.

"Jadi koordinasi ini yang paling penting, jadi kalau koordinasinya tidak jalan, begitu kompleksnya masalah, itu bisa repot. Jadi saya bisa melihat sangat optimis untuk ekonomi ke depan kita bagus, karena ujung-ujungnya kita harus lapangan kerja," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini