News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Projo Dengungkan Renovasi dan Revitalisasi Semangat untuk Maju

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Toni Bramantoro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana peresmian renovasi Kantor DPP Projo di kawasan Perdatam, Jakarta Selatan, Rabu sore (24/02/2021).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPP Projo mengajak seluruh komponen bangsa memperbarui semangat produktif dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan menyambut perubahan pasca pandemi.

Ketum Projo, Budi Arie Setiadi mengatakan sekarang momentum untuk bergerak kembali setelah setahun lebih pandemi Covid-19.

Budi Arie menjelaskan Projo lahir dari gerak dinamis rakyat. Dalam Kongres Projo 2019, temanya bergerak untuk maju.

"Maka pada 2024 nanti, Projo akan tetap setia di garis rakyat," kata Budi Arie Setiadi dalam peresmian renovasi Kantor DPP Projo di kawasan Perdatam, Jakarta Selatan, Rabu sore (24/02/2021).

Menurut dia, Projo bisa mewarnai pemerintahan juga di BUMN sebagai komisaris-komisaris atau direksi dari pusat sampai daerah.

"Projo still together, still going strong," kata Budi Arie Setiadi.

Dewan Pembina Projo Moeldoko mengatakan Projo tidak pernah berhenti bergerak dan bersemangat. Jika melihat corporate culture yang dibangun oleh Budi Arie cs berhasil dibangun untuk menunjukkan jati diri.

"Kalau orang melihat, itu pasti Projo. Dari internal juga kita mengatakan, ini gua Projo."

Menurut Moeldoko, yang juga Kepala KSP, Presiden Jokowi ingin tidak ada satu pun orang Indonesia yang tertinggal. Kemudian pemerintah menangani penanganan stunting dan menggenjot KIP.

Berikutnya adalah Indonesia yang demokratis. Demokrasi sebagai alat bukan tujuan. Aspek HAM dan lingkungan mendapat fokus dalam pembangunan.

Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan.

"Tidak ada istilah hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas," ujarnya.

Moeldoko juga menekankan bahwa Indonesia menghadapi revolusi Industri 4.0. Presiden Jokowi sangat mengupayakan Indonesia survive.

Untuk Covid-19 pemerintah telah mengeluarkan anggaran Rp 600 triliun. "Kata Presiden bisa untuk membangun dua ibu kota negara."

Sementara pemasukan menurun karena Covid-19 semua industri menurun.

Moeldoko mengatakan dalam penanganan Covid-19, Projo mesti mensosialisasikan vaksinasi nasional. Jika ada masyarakat yang belum menerima vaksin segera akan ditangani.

"Saya ingin teman-teman menyuarakan ini. Perjuangan tidak pernah sia-sia," kata Moeldoko.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini