Sehingga pasokan BBM dan avtur berada dalam kondisi aman untuk 20–74 hari ke depan, dengan stok bensin dan solar di angka 10,5 dan 8,8 juta barel sedangkan untuk avtur di angka stok aman di kisaran 3,2 juta barel.
“Cadangan yang terbakar di Indramayu itu menurut informasi hanya sekitar 7 persen dari total stok dan sebagai penggantinya akan dipasok dari Kilang Cilacap dan TPPI,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Deddy, masyarakat tidak perlu panik sebab dipastikan tidak ada kendala dalam distribusi BBM ke seluruh negeri terkait insiden ini.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Utara ini juga berharap tidak ada pihak-pihak yang menyebar spekulasi, kabar bohong atau mengambil manfaat dari kejadian ini.
Deddy menilai Pertamina telah sangat siap dalam menghadapi masalah seperti ini, baik secara sistem, teknologi maupun sumber daya manusianya.
“Pertamina telah memiliki dan mampu mengeksekusi prosedur kedaruratan dengan baik, bahkan jajaran Direksi memiliki kualitas kepemimpinan yang tangguh dalam merespons situasi emergency, baik di lapangan maupun dalam sistem manajemen,” tutup Deddy.