News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bom di Makassar

Polri: 4 Orang Korban Ledakan Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar Masih Dirawat

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah kendaraan melintas di depan Gereja Katedral, Jl Kajaolalido, Makassar, Senin (29/3/2021). Sejumlah ruas jalan di sekitar gereja mulai dibuka setelah sebelumnya ditutup pascaledakan bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu (28/3/2021) di depan gereja tersebut. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan setidaknya masih ada 4 korban bom bunuh diri gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan yang masih dirawat hingga Minggu (4/4/2021).

Menurutnya, jumlah korban yang diketahui terkena insiden ledakan bom tersebut berjumlah 20 orang. Namun, 16 orang di antaranya telah diperbolehkan pulang.

"Dari peristiwa di Katedral Makassar ini melukai 20 orang dan kita bersyukur dari 20 orang korban sampai sekarang tinggal 4 orang yang masih dirawat dan mudah-mudahan kondisinya membaik. Ini mudah mudahan kita berdoa untuk kesembuhan para korban," kata Rusdi dalam diskusi daring, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Terduga Teroris Sudah Rencanakan Lempar Bom Molotov dan Penyerangan Jika Terjadi Kerusuhan Saat Demo

Di sisi lain, Rusdi menyatakan pihaknya telah melakukan langkah pencegahan usai insiden bom bunuh diri tersebhr. Setidaknya ada 18 orang terduga teroris yang diamankan di Makassar.

"Di Makassar sendiri sampai sekarang sudah 18 orang kita amankan. Termasuk laki-laki berinisial W itu pembuat bom yang dibawa oleh L dan YSF, pelakunya adalah saudara W dan itu sudah diamankan," ujar dia.

Baca juga: KNU Sebut Militer Myanmar Telah Lakukan Pemboman dan Serangan Udara, Sebabkan 12.000 Orang Mengungsi

Tak hanya W, kata Rusdi, pihaknya juga mengamankan sejumlah terduga teroris di daerah lainnya. Hal itu sebagai bentuk preventif kejadian serupa terulang kembali.

"Ada tim densus sekarang sedang melakukan kegiatan di Jawa Tengah ini terus bergerak bagaimana betul-betul aktivitas dari terorisme aksi aksi teror di tanah air ini bisa ditanggulangi dengan optimal," tukasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini