TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta sebaiknya pengambilan bansos tidak dilakukan di tempat-tempat umum.
"Jangan dikumpulkan di tempat umum seperti ini. Tadi saya tanya (masyarakat) ada yang ke sini jauh naik kendaraan umum naik ojek, kan jadi uang yang diberikan ini jadinya kebuang juga kan," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Kamis (5/7/2021).
Pada beberapa wilayah, pengambilan bansos dilakukan di lokasi Kantor Pos atau di titik terdekat dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) seperti kecamatan melalui PT Pos.
Baca juga: Menko PMK Ingatkan Tidak Boleh Ada Pemotongan Bansos
Dirinya meminta PT Pos proaktif untuk menyalurkan bansos langsung ke rumah keluarga penerima manfaat (KPM).
"Sebaiknya proaktif lah, PT Pos datang ke lokasi dengan berasnya diantar ke rumah-rumah," ujar Muhadjir.
Menurut dia, paling tidak penyaluran bansos ke rumah warga dapat bekerja sama dengan pihak RT, RW, Dasawisma, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, bahkan aparat TNI dan Polri.
Sehingga demikian, selain memudahkan masyarakat juga mengurangi potensi kerumunan penyebab penularan Covid-19.
"PT Pos sudah tahu kok itu. Kan sudah ada itu, biaya untuk transport juga sudah dihitung, dimasukkan di dalam PT Pos. Jadi itu sudah dihitung bagian dari kontrak antara Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, dan PT Pos," ucap Muhadjir.
Muhadjir juga meminta kepada aparat desa kelurahan setempat dan juga Kemensos untuk langsung mendata agar mereka bisa segera mendapatkan bantuan.