Virus Corona

Kemenko PMK Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Membaik Harus Dibarengi Konsistensi Disiplin Prokes

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana pengunjung dan toko-toko yang sudah buka di Mall Cantral Park Jl. Letjen S Parman, Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat Selasa (10/8/2021). Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di DKI Jakarta diperpanjang hingga 16 Agustus 2021 mendatang. Secara garis besar, aturan yang berlaku masih sama, namun di Jakarta diberlakukan uji coba implementasi protokol kesehatan pada mal atau pusat perbelanjaan mulai di buka kembali.  (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Suasana pengunjung dan toko-toko yang sudah buka di Mall Cantral Park Jl. Letjen S Parman, Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat Selasa (10/8/2021). Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di DKI Jakarta diperpanjang hingga 16 Agustus 2021 mendatang. Secara garis besar, aturan yang berlaku masih sama, namun di Jakarta diberlakukan uji coba implementasi protokol kesehatan pada mal atau pusat perbelanjaan mulai di buka kembali. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kemenko PMK, Ghafur Akbar Dharmaputra mengatakan pertumbuhan ekonomi perlu dibarengi dengan kedisiplinan protokol kesehatan.

Pasalnya Ghafur mengingatkan, meski di Indonesia kondisi pandemi mulai membaik,  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekalipun belum menyatakan pandemi Covid-19 telah berakhir.

"Pandemi ini belum dinyatakan berakhir, bahkan oleh WHO. Dan kita mengantisipasinya dengan kebiasaan normal baru, dengan 3M - 5M, dan kita harus tetap waspada, siaga karena ini belum berakhir," terang Ghafur dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 secara virtual, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: Menko PMK Temukan Penyaluran Bansos Tidak Merata di Kantong Kemiskinan

Baca juga: Covid-19 Diprediksi akan Menjadi Endemi

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 meningkat sebesar 7,07 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Hal tersebut dipengaruhi oleh upaya pemerintah yang mampu menekan angka kasus aktif di kisaran 100 ribu.

Melihat perkembangan positif tersebut, Ghafur kembali mengingatkan kepada seluruh pihak agar tidak lengah dan tetap disiplin protokol kesehatan.

"Jadi pertumbuhan yang baik 7 persen kuartal kedua tahun ini, itu perlu diantisipasi. Jadi jangan sampai kita lengah," ujar dia.

"Perekonomian membaik tentu harus dibina, dipacu dengan kegiatan masyarakat, misalnya banyak yang sekarang transaksi dilakukan melalui dunia maya," terang Ghafur.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini