News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penyidik KPK Memeras

MAKI Minta KPK Konfrontasi Keterangan 3 Saksi terkait Bekingan Azis Syamsuddin

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman memberikan keterangan kepada wartawan saat mendatangi Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2020). Boyamin Saiman menyerahkan uang 100 ribu dolar Singapura kepada KPK sebagai gratifikasi karena ia menyatakan bukan berasal dari pekerjaannya sebagai pengacara. Tribunnews/Irwan Rismawan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Azis Syamsuddin masih enggan membuka mulut terkait delapan orang bekingannya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menyarankan KPK mengkonfrontasi keterangan Azis dengan saksi lain.

"Saya minta pada KPK melakukan konfrontasi di depan hakim atas tiga saksi minimal yaitu Azis Syamsuddin, (mantan Bupati Kutai Kartanegara) Rita Widyasari, dan (Sekretaris Daerah nonaktif Tanjungbalai) Yusmada maupun (mantan Wali Kota Tanjungbalai) M Syahrial," ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangannya, Selasa (26/10/2021).

Boyamin meyakini ada yang berbohong terkait keberadaan delapan bekingan Azis Syamsuddin. 

Konfrontasi dibutuhkan untuk mencari siapa yang berbohong di antara tiga orang tersebut.

"Ini sangat diperlukan karena proses-proses pengakuan yang dilakukan saksi-saksi lain ini perlu dikonfrontasi dan hakim akan menilai sebenarnya siapa yang berkata jujur, siapa yang bohong," kata Boyamin.

Baca juga: Azis Syamsuddin Berkali-kali Bersumpah dalam Sidang, Mengaku Tak Mengenalkan Rita ke Penyidik KPK

Sebelumnya, mantan penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju menyebut orang dalam Azis di bekas kantornya tidak ada. 

Ajun Komisaris Polisi (AKP) Robin menegaskan hal itu usai diperiksa KPK pada Selasa (19/10/2021).

"Saya jawab enggak ada seperti di keterangan saya sebelumnya," ucap Robin.

Azis Syamsuddin disebut punya delapan orang bekingan di KPK. 

Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan mengaku sudah mengetahui hal tersebut.

Novel mengaku tahu karena dirinya merupakan orang pertama yang melaporkan permainan kotor Stepanus Robin Pattuju. 

Saat mengetahui tindakan Robin, Novel tidak percaya dia bermain sendiri.

Baca juga: Azis Syamsuddin Bungkam Usai Beri Kesaksian dalam Sidang Kasus Suap Eks Penyidik KPK Robin Pattuju

"Yang ungkap kasus ini adalah tim saya," kata Novel di akun Twitter @nazaqistsha, Rabu (6/10/2021).

Novel tidak memerinci nama-nama orang yang diduganya membantu Robin. 

Namun, dia yakin orang-orang itu terafiliasi dengan Azis Syamsuddin. 

Nama-nama itu sudah dilaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"Saya juga sudah laporkan masalah tersebut ke Dewas tetapi tidak jalan," jelas Novel.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini