News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penangkapan Terduga Teroris

Tim Densus Antiteror Polri Tangka 370 Tersangka Teroris Sepanjang Tahun 2021

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGGELEDAHAN DENSUS 88 - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Gang Mahoni 1, Nomor 9, Way Halim Permai, Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (3/11/2021). Penggeledahan tersebut dilakukan lantaran diduga menjadi gudang atau tempat penyimpanan barang barang milik salah satu terduga teroris yang diamankan beberapa hari lalu dan ditemukan sejumlah barang berupa ratusan kotak amal bertuliskan LAZ ABA, serta 5 unit CPU komputer yang diduga ada kaitannya dengan sumber pendanaan yang untuk kepentingan salah satu kelompok atau jaringan teroris. TRIBUN LAMPUNG/DENI SAPUTRA

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap sedikitnya 370 tersangka tindak pidana terorisme sepanjang tahun 2021.

"Terorisme ada 370 tersangka yang diamankan kita penegakan hukum preventif strike artinya kita lakukan penangkapan," kata Sigit dalam pemaparan rilis akhir tahun Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (31/12/2021) malam.

Sigit memastikan pihaknya telah memiliki alat bukti yang cukup dalam penangkapan 370 tersangka teroris tersebut.

Ia menuturkan, penangkapan ini sebagai langkah antisipasi mencegah adanya aksi terorisme di tanah air.

"Pada saat kita ada tanda-tanda, alat bukti yang cukup, sehingga jangan sampai muncul korban. Mau tidak mau kita ambil langkah cepat, sehingga hal ini jangan sampai terjadi. Beberapa penangkapan dilakukan kita terus bergerak," jelas Sigit.

Baca juga: Munarman, Anggota MUI Ditangkap Atas Dugaan Kasus Terorisme Hingga Novel Baswedan Cs Jadi ASN Polri

Di sisi lain, Sigit menyampaikan teroris yang dilakukan penangkapan di antaranya kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Adapun pimpinan MIT Poso yaitu Ali Kalora ditembak mati oleh Satgas Madago Raya.

"Kemudian penangkapan kelompok teroris di Sulteng kita ungkap tujuh DPO salah satunya kelompok Ali Kalora, yang selama beberapa tahun tidak ketangkap, beberapa waktu lalu berhasil dilumpuhkan," ungkap Sigit.

Sebaliknya, Sigit memastikan Satgas Madago Raya terus melakukan pengejaran terhadap empat orang sisa dari kelompok Ali Kalora tersebut.

"Saat ini masih ada 4 orang tersisa kita terus pencarian. Beberapa alat bukti diamankan senjata api, amunisi, detonator termasuk nahan peledak yang diamankan. Kita terus pengejaran."

"Agar masyarakat di sekitar lokasi tidak jadi korban, karena mereka selalu memunculkan bahwa mereka eksis dengan mencari korban atau orang yang dianggap bisa dijadikan simbol mereka jadi eksis. Ini bagian terus kita jaga agar tidak muncul korban baru," tukas Sigit.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini