News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nadiem Makarim Ingin Pendidikan Tinggi Indonesia Jadi Contoh untuk Dunia 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mendikbudristek Nadiem Makarim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendikbudristek Nadiem Makarim menyambut baik dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Nadiem mengatakan MBKM bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. 

Dirinya berharap pendidikan di Indonesia bakal menjadi contoh untuk pendidikan negara lain. 

"Kita ingin memastikan bahwa Indonesia itu tidak hanya mengejar ketertinggalan, tapi harapan kami, paling tidak pendidikan tinggi di Indonesia menjadi contoh bagi pendidikan di dunia yang akan dibahas pada 10 tahun yang akan datang," ucap Nadiem melalui keterangan tertulis, Sabtu (12/3/2022).

Baca juga: Gelar Belajar Tatap Muka, Kemendikbudristek Ingatkan Dinas Pendidikan Ikuti Panduan SKB 4 Menteri

Mantan CEO Gojek ini berharap berbagai program MBKM dapat memicu program serupa untuk dilaksanakan di tingkat lokal.

"Kami mendorong masing-masing kampus membuat program-program MBKM-nya sendiri. Ini menjadi kesempatan universitas di daerah untuk berkolaborasi dengan banyak industri lokal yang bisa mendukung kegiatan magang, studi independen, riset, dan lain-lain," ucap Nadiem.

Pada 2020, Nadiem mengungkapkan sebanyak 12 ribu mahasiswa telah mengikuti program magang dan studi independen bersertifikat (MBSI). 

Tahun ini, jumlahnya akan meningkatkan menjadi 50 ribu mahasiswa.

Ditargetkan, sebanyak 500 organisasi dan industri akan membuka lowongan pekerjaan. 

Baca juga: KSP Dukung Integrasi Sistem Pendidikan Indonesia Lewat Revisi UU Sisdiknas

Kampus Merdeka juga menawarkan program beasiswa pertukaran mahasiswa ke luar negeri atau Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). 

Program ini memberi kesempatan untuk mahasiswa berkuliah selama enam bulan di luar negeri. 

Program lainnya yakni pertukaran mahasiswa dalam negeri di mana mahasiswa akan berkuliah di kampus lain di luar daerahnya, untuk memperluas wawasan dan pengalamannya serta menambah kecintaan terhadap budaya Indonesia. 

Dirinya menilai, banyak universitas memiliki potensi besar untuk berinovasi dalam program. 

"Pemerintah pusat hanya bisa mengawali dengan langkah kecil. Sementara, potensi MBKM ini tidak terbendung. Potensi yang lebih besar lagi sebenarnya adalah masing-masing universitas menciptakan program-programnya sendiri untuk mahasiswanya," pungkas Nadiem. 

Baca juga: Kemenag Bakal Optimalkan Layanan Asrama Haji untuk Hajj-preneurship

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan dukungan terhadap kebijakan MBKM pada acara Dies Natalies ke-46 Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, Jumat (11/3/2022). 
 
“Saya sangat setuju dengan yang sering disampaikan Mendikbudristek yaitu Kampus Merdeka, karena mahasiswa bisa belajar dari mana saja dan kapan saja, dan kampus tetap mengarahkan,” ujar Jokowi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini