Adapun isu utama yang disuarakan pengunjuk rasa, yaitu terkait wacana penundaan Pemilu.
Isu utama itu dituliskan dalam spanduk yang dibentangkan pengunjuk rasa.
Menurut pengunjuk rasa, penundaan pemilu bakal berdampak polemik sosial yang meluas.
Belum lagi persoalan, kelangkaan naiknya harga minyak goreng dan BBM yang dianggap belum dapat dituntaskan rezim Joko Widodo.
"Adapun isu yang kami angkat, yaitu menolak penundaan Pemilu Jokowi tiga periode," kata Jenderal Lapangan Aksi, Sukirman S Doturu ditemui di sela aksi.
Menurutnya, penundaan pemilu rawan menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat.
"Ini akan bergejolak di kalangan masyarakat khususnya kalangan masyarakat bawa," ujar Sukirman.
Wacana Jokowi tiga periode juga, kata dia, dianggap sebagai bentuk upaya pelanggaran konstitusi.
"Mengacu pada konstitusi, itu sangat jelas melanggar konstitusi. Maka dari itu kami menolak Jokowi tiga periode," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mendesak Ketua DPR RI Puan Maharani agar segera mundur.
Pasalnya, ia curiga keberadaan Puan Maharani bakal melanggengkan penundaan pemilu.
"Sudah pasti DPR RI akan terlibat pada persoalan itu (wacana penundaan pemilu). Makanya kita menolak itu," jelasnya.
Unjuk rasa penolakan penundaan pemilu itu, juga ditegaskan Sukirman bakal berlangsung berjilid-jilid jika tidak diindahkan pemerintah.
Kunjungan Presiden di Jambi diwarnai aksi mahasiswa
Mahasiswa Jambi yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus, demo di lokasi kunjungan Presiden Jokowi, Kamis (7/4/2022).
Demonstrasi aktivis mahasiswa dari PMKRI, GMKI, GMNI, IMM, KAMMI, HMI, dan PMII digelar di Pasar Angso Duo, yang merupakan lokasi pertama dikujungi Jokowi di Jambi hari ini.
Ada tiga tuntutan yang disampaikan dalam demo mahasiswa ini.
Pertama, menolak perpanjangan jabatan presiden tiga periode.
Kedua, menurunkan harga minyak goreng.
Ketiga, pemerintah harus memastikan mampu ketersediaan bahan bakar minyak.
Namun aksi mahasiswa ini dilakukan setelah Presiden Joko Widodo meninggalkan Pasar Angso Duo.
Mereka terhalang melakukan aksinya karena ketatnya pengamanan terhadap orang nomor satu di Indonesia itu.
Aksi di Istana Bogor Jumat 8 April besok
Dari informasi yang didapat Tribunnews.com, mahasiswa juga berencana melakukan aksi di Istana Bogor, Jumat (8/4/2022) besok.
"Kami Aliansi BEM SE-BOGOR mengajak seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat untuk membersamai kami dalam aksi “Bogor Menggugat Istana”," tulis undangan yang beredar. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul