News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kongres Masyarakat Adat Nusantara

Sidang Komisi Program Kerja AMAN Diwarnai Protes Peserta

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana sidang komisi Program Kerja AMAN di Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Distrik Sentani

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUNNEWS.COM, SENTANI - Sidang Komisi Program Kerja Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI menuai banyak protes dan interupsi oleh peserta.

Pemuda adat dari Komunitas Masyarakat Adat Kecamatan Subah, Sambas, Kalimantan Barat, Maman Putra Baya menjelaskan hal itu terjadi karena pimpinan sidang tidak membacakan tata tertib sidang dan tigas tegas dalam memipin sidang.

"Tata terbit sidang seharusnya dibacakan sejak awal, tata tertib bicara, menyampaikan pendapat, harusnya ada, "katanya usai sesi pertama Sidang Komisi Program Kerja di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Jumat (28/10/2022).

Menjadi tujuan sidang ini, katanya, yaitu penentuan, masukan untuk sekertaris jendral (Sekjen) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang akan menjabat di periode selanjutnya.

"Tentunya di sidang Komisi C Program Kerja, dengan pemimpin sidang, yaitu ketua, sekertaris, dan anggota, saya melihat karena tidak ada tata tertib tidak dihargai karena dia dia sendiri yang tidak menghormati dirinya sendiri sebagai pimpinan sidang,"ujarnya.

Baca juga: Peserta Sidang Komisi Organisasi KMAN VI Sepakat Pasal 1 dan 2 Anggaran Dasar AMAN Diubah

Mayan juga menambahkan ada kekeliruan dalam draft yang sudah dinyatakan sebagai draft final seharusnya tidak perlu dibahas lagi.

Tapi kalau hanya dibilang draft, kita hari ini bahas, kesalahan fatal dari pimpinan sidang karena mereka dipilih dan mau dihargai tapi mengahrgai diri sendiri.

Adapun Pimpinan Sidang, Aco Bahri dari  Majene Sulawesi , Sekertaris Sidang, Agus Bengkulu, dan Anggota Rosa Adah Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah dipikih berdasarkan hasil musyawarah.

Mereka merupakan utusan dari komunitas adat, pemuda adat, dan perempuan adat sebelum sidang dimulai.

Sementara itu peserta sidang dari Komunitas Wilayah Pengorganisasian AMAN  Sumatera Utara (Sumut), Fauzan Zulkarnain mengatakan  sidang sesi pertama berpacu dengan politik dan hukum sehingga diskusinya cukup pelik.

Fauzan meminta agar pimpinan sidang tegas dalam mengambil keputusan.

"Ketegasan dari pimpinan harus ada, karena banyak yang memberi masukan,"tegasnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini