"Kepastiannya menunggu keputusan hasil rukyat yang diumumkan," tulisnya.
Menurut peneliti senior itu, tinggi bulan di di Aceh pada saat 18 Juni 2023 Maghrib, hanya 2,1 derajat.
Itu terlalu rendah sehingga hilal yang sangat tipis tidak mungkin mengalahkan cahaya syafak (cahaya senja) yang masih cukup kuat.
Oleh karenanya secara astronomis tidak mungkin ada kesaksian hilal pada 18 Juni 2023.
Sehingga bulan Dzaulqa'dah/Zulkaidah diistikmalkan alias digenapkan 30 hari dan 1 Dzulhijjah jatuh pada hari berikutnya, yaitu 20 Juni 2023.
Sementara di Mekkah, Arab Saudi, tinggi bulan pada saat maghrib 18 Juni 2023, sudah 4,6 derajat dan elongasi geosentrik 7 derajat.
Diprakirakan hilal cukup tebalnya untuk mengalahkan cahaya syafak sehingga hilal mungkin dirukyat pada 18 Juni 2023.
"Dengan demikian diprakirakan 1 Dzulhijjah 1444 jatuh pada 19 Juni 2023, Hari Wukuf pada 27 Juni 2023, dan Idul Adha pada 28 Juni 2023."
"Kepastiannya menunggu pengumuman hasi rukyat di Arab Saudi," tambahnya.
(Tribunnews.com/Sri Juliati)